Ramadhan 2026

Soal Awal Puasa 2026, MTA Solo Tunggu Hasil Sidang Isbat : Bisa Jatuh Kamis

MTA masih menunggu sidang isbat, awal puasa 2026 diperkirakan jatuh Kamis jika hilal tak terlihat.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Putradi Pamungkas
TribunSolo.com / Anang Ma'ruf
PUASA - Ratusan umat islam berbondong-bondong memadati masjid Agung Solo, untuk melaksanakan Salat Tarawih berjemaah, beberapa waktu lalu. Menjelang Ramadhan 2026, Majelis Tafsir Alquran (MTA) akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar malam ini, Selasa (17/2/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Majelis Tafsir Alquran (MTA) menunggu sidang isbat malam ini untuk tentukan awal puasa 2026
  • Jika hilal tidak terlihat, 1 Ramadhan diperkirakan jatuh Kamis (19/2/2026) dan bulan Sya’ban digenapkan 30 hari
  • MTA menghormati metode hisab Muhammadiyah dan juga akan mengikuti sidang isbat untuk menentukan 1 Syawal/Idul Fitri

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Menjelang Ramadhan 2026, Majelis Tafsir Alquran (MTA) akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar malam ini, Selasa (17/2/2026).

Jika hilal tidak terlihat menjelang maghrib, kemungkinan awal puasa akan jatuh pada Kamis (19/2/2026).

MTA Mengikuti Keputusan Sidang Isbat

Pengasuh Ponpes MTA Solo, Suprapto, menjelaskan bahwa pihaknya mengikuti keputusan resmi pemerintah dan ormas terkait.

“Untuk kami nanti nunggu sidang isbat ya malam ini. Kita itu mengikuti hasil keputusan dari sidang isbat Kementerian Agama bersama para ormas. Ketika sudah diputuskan misalnya bahwa puasa jatuh pada hari Kamis karena belum melihat hilal dan sebagainya, itu nanti Kamis. Kalau misalnya Rabu ya Rabu, prinsipnya kami menunggu dari keputusan pemerintah,” jelasnya, kepada TribunSolo.com, Selasa (17/2/2026).

PUASA - Umat muslim cukup antusias mengikuti salat tarawih pertama di Masjid Raya Sheikh Zayed, beberapa waktu lalu. Menjelang Ramadan 2026, Majelis Tafsir Alquran (MTA) akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar malam ini, Selasa (17/2/2026).
PUASA - Umat muslim cukup antusias mengikuti salat tarawih pertama di Masjid Raya Sheikh Zayed, beberapa waktu lalu. Menjelang Ramadhan 2026, Majelis Tafsir Alquran (MTA) akan menunggu hasil sidang isbat yang digelar malam ini, Selasa (17/2/2026). (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Jika hilal, yaitu bulan sabit pertama, tidak terlihat, bulan Sya’ban akan digenapkan menjadi 30 hari.

Dengan begitu, 1 Ramadhan kemungkinan jatuh pada Kamis.

“Kita berpuasa ketika melihat bulan. Ketika kemudian kita tidak bisa melihat bulan karena tertutup awan, mendung, dan sebagainya, maka digenapkan untuk Sya’ban,” tambah Suprapto.

Baca juga: Warga Karanganyar Tentukan 1 Ramadhan 1447 H : Muhammadiyah Lebih Dulu, NU Masih Menunggu

Perbedaan Pandangan dengan Muhammadiyah

Beberapa kelompok, terutama Muhammadiyah, memiliki metode berbeda dalam menentukan awal Ramadhan, yakni dengan hisab atau perhitungan kalender.

Suprapto menegaskan sikap saling menghormati perbedaan ini.

“Kita sama-sama menghormati ketika mungkin konteks melihat bulan itu dalam konteks bisa di-hisab atau wujudul hilal ada. Kita menghormati, karena itu pilihan-pilihan dalam kita berijtihad,” tuturnya.

Baca juga: Warga Muhammadiyah Karanganyar Mulai Laksanakan Puasa Besok : Ikuti Kalender Hijriyah Global

Idul Fitri Juga Mengikuti Sidang Isbat

Selain menentukan awal puasa, MTA juga akan mengikuti sidang isbat untuk menetapkan 1 Syawal atau Hari Raya Idul Fitri.

“Ketika kita 1 Ramadhan dengan rukyatul hilal, nanti lebarannya, masa puasa satu bulannya, kapan 1 Syawal jatuh—apakah 29 atau 30 hari—menunggu sidang isbatnya,” jelas Suprapto.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved