Ramadan 2026

Polemik Jualan Takjil di Solo, Satpol PP Bersitegang dengan Ormas di Jalan Dr Rajiman

Bersitegang antara Satpol PP dan Pedagang Takjil di Solo terjadi pada Rabu (18/2/2026) kemarin.

TribunSolo.com/Istimewa
POLEMIK JUALAN TAKJIL. Bersitegang antara ormas yang membawa pedagang takjil dengan Satpol PP di Jalan Dr. Rajiman depan Pasar Klewer, Rabu (18/2/2026). Satpol melarang penjual berjualan di sana. 
Ringkasan Berita:
  • Pemkot Solo melarang penjualan takjil di jalan protokol, sempat terjadi bersitegang antara ormas pendukung pedagang dengan Satpol PP di Jalan Dr. Rajiman depan Pasar Klewer.
  • Setelah koordinasi, pedagang sementara diizinkan berjualan demi menjaga kondusivitas Ramadan.
  • Pedagang menolak dipindah ke parkir Masjid Agung karena dinilai kurang strategis dan berpotensi menurunkan penjualan.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Solo melarang penjualan takjil di jalan protokol.

Bersitegang pun sempat terjadi antara ormas yang membawa pedagang takjil dengan Satpol PP di Jalan Dr. Rajiman depan Pasar Klewer Solo, Rabu (18/2/2026). 

Setelah terlibat adu mulut, akhirnya mereka diperbolehkan berjualan di tempat tersebut.

“Sementara atas dasar kondusivitas yang kita jaga selama Ramadan ini, Pak Kadis koordinasi dengan pimpinan sementara diizinkan,” ungkap Kepala Satpol PP Kota Solo Didik Anggono, Kamis (19/2/2026).

Pihaknya sempat menawarkan untuk berpindah ke area parkir Masjid Agung Keraton Solo yang tidak jauh dari tempat tersebut.

Namun, para pedagang menolak karena dinilai tidak strategis.

“Mereka kan berencana menggelar bazar takjil di depan Pasar Klewer. Jumlahnya 30-an. Karena sebenarnya sudah diberikan tempat penataan di depan Masjid Agung. Tapi tidak berkenan. Mereka tetap mau menggelar tenda di situ,” jelasnya.

SEPI PENGUNJUNG - Suasana Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/4/2025). Kunjungan ke Pasar Klewer makin menurun tiap tahunnya. Sepinya pasar tradisional diduga karena makin maraknya e-commerce.
SEPI PENGUNJUNG - Suasana Pasar Klewer di Solo, Jawa Tengah, Selasa (22/4/2025). Kunjungan ke Pasar Klewer makin menurun tiap tahunnya. Sepinya pasar tradisional diduga karena makin maraknya e-commerce. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Personel Satpol PP Berjaga

Para personel Satpol PP sudah berjaga beberapa hari terakhir di tempat tersebut.

Saat para pedagang ingin menggelar lapak, mereka pun terlibat bersitegang dengan sejumlah elemen ormas yang mendukung pedagang.

“Sebenarnya intinya bahwa kami sudah melakukan pengamanan sesuai arahan. Warga juga tidak setuju. Satpol PP sudah 2 hari jaga di situ karena ada potensi untuk jual takjil. Itu kan daerah ramai. Banyak orang yang mau ke pasar, Masjid Agung, potensinya mengganggu lalu lintas. Itu kalau mereka berbagai elemen ormas,” tuturnya.

Baca juga: Cafe di Jalan Slamet Riyadi Solo Penuhi Trotoar, Satpol PP Bakal Tertibkan Jika Dirasa Mengganggu

Salah satu tokoh elemen ormas, Burhan Hilal menjelaskan para pedagang menolak ke area parkir Masjid Agung karena khawatir tidak laku.

Menurutnya, meski hanya berjarak sekitar 50 meter dari lokasi semula, hal ini akan sangat berpengaruh pada penjualan.

“Kami menawarkan juga ke para pedagang karena mereka kan tujuan utama adalah mencari keberkahan, mencari nafkah untuk keluarga untuk Lebaran. Kalau dipindah di dalam parkir itu yang beli siapa,” jelasnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved