Aktivitas Jokowi di Solo

Kader Ramai Pindah ke PSI, Bestari Barus Ingatkan Nasdem Segera Konsolidasi

Jubir PSI Bestari Barus mengingatan Nasdem untuk segera konsolidasi, sebab banyak kadernya menyeberang.

TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin
MERAPAT PSI - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus saat ditemui di kediaman Jokowi, Senin (13/4/2026). Bestari menilai, salah satu faktor utama yang membuat para politisi tertarik bergabung dengan PSI adalah sosok Jokowi yang dianggap masih memiliki pengaruh besar di publik. 
Ringkasan Berita:
  • Juru Bicara PSI Bestari Barus mendorong Partai Nasdem segera melakukan konsolidasi internal menyusul banyaknya kader yang pindah, termasuk dirinya.
  • Sejumlah kader Nasdem, termasuk Rusdi Masse, disebut telah bergabung ke PSI, bahkan masih ada sekitar 15–20 kader lain yang berpotensi menyusul.
  • Bestari menegaskan isu Jokowi akan mengambil alih Nasdem atau membeli Nasdem Tower tidak benar dan hanya opini pihak tertentu.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, mengingatkan partai lamanya untuk segera melakukan konsolidasi.

Hal ini menyusul sejumlah kader yang kini mengikuti jejaknya.

“Saya sebagai mantan kader Partai Nasdem semoga partai saya yang lama ini segera konsolidasi internal,” ungkapnya.

Sejumlah kader Partai Nasdem memutuskan bergabung dengan partai yang dipimpin anak bungsu mantan Presiden Jokowi tersebut.

Terakhir, ada mantan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Rusdi Masse Mappasessu, yang kini mengikuti jejaknya bergabung PSI.

“Banyak sekali yang berpindah. Contohnya salah satu kan saya. Ada lagi yang masih aktif, Rusdi Masse, Wakil Ketua Komisi 3, pindah ke PSI dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI. Itu biasa saja. Masih ada 15-20 lagi yang mau pindah,” ungkap Bestari.

Menurutnya, Jokowi menjadi salah satu daya tarik politisi-politisi ini bergabung ke PSI.

MERAPAT PSI - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus saat ditemui di kediaman Jokowi, Senin (13/4/2026). Bestari menilai, salah satu faktor utama yang membuat para politisi tertarik bergabung dengan PSI adalah sosok Jokowi yang dianggap masih memiliki pengaruh besar di publik.
MERAPAT PSI - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bestari Barus saat ditemui di kediaman Jokowi, Senin (13/4/2026). Bestari menilai, salah satu faktor utama yang membuat para politisi tertarik bergabung dengan PSI adalah sosok Jokowi yang dianggap masih memiliki pengaruh besar di publik. (TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)

Siap Ikut Merintis PSI

Bahkan, mereka yang telah bergabung, menurutnya siap untuk ikut merintis PSI hingga struktur paling bawah.

“Semenjak diketahuinya Pak Jokowi menjadi patron daripada PSI, itu sangat menggugah politisi untuk bergabung PSI ke depan karena adanya Pak Jokowi juga. Dan bahkan mereka menyatakan diri siap untuk terjun langsung membentuk kepengurusan, membantu membentuk kepengurusan sampai tingkat paling bawah,” jelasnya.

Di tengah banyaknya kader yang berpindah, berhembus isu Jokowi yang akan mengambil alih partai yang didirikan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, ini. Bestari mengungkapkan Jokowi sempat heran namanya muncul.

Baca juga: Di Solo, Bestari Barus Sebut Belasan Anggota DPR Akan Lepas Jabatan dan Pindah ke PSI : Efek Jokowi

“Ini tadi cukup kami bicarakan dan saya mendapat pertanyaan dari Pak Jokowi. Kenapa kok nama saya disebut. Seharusnya kawan-kawan pers tidak perlu bertanya lagi. Karena setiap ada isu besar yang selalu dikaitkan siapa Pak Jokowi,” jelasnya.

Ia pun memastikan kabar ini tidak benar. Apalagi kabar bahwa Jokowi akan membeli Nasdem Tower, hal ini sepenuhnya tidak benar.

“Tidak benar. Nggak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil itu. Itu hanya isu yang dilontarkan sebagian pihak berkepentingan untuk membentuk opini publik Pak Jokowi dan Mas Gibran,” tuturnya. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved