Aktivitas Jokowi di Solo
Kader Ramai Pindah ke PSI, Bestari Barus Ingatkan Nasdem Segera Konsolidasi
Jubir PSI Bestari Barus mengingatan Nasdem untuk segera konsolidasi, sebab banyak kadernya menyeberang.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Juru Bicara PSI Bestari Barus mendorong Partai Nasdem segera melakukan konsolidasi internal menyusul banyaknya kader yang pindah, termasuk dirinya.
- Sejumlah kader Nasdem, termasuk Rusdi Masse, disebut telah bergabung ke PSI, bahkan masih ada sekitar 15–20 kader lain yang berpotensi menyusul.
- Bestari menegaskan isu Jokowi akan mengambil alih Nasdem atau membeli Nasdem Tower tidak benar dan hanya opini pihak tertentu.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang juga mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD DKI Jakarta, Bestari Barus, mengingatkan partai lamanya untuk segera melakukan konsolidasi.
Hal ini menyusul sejumlah kader yang kini mengikuti jejaknya.
“Saya sebagai mantan kader Partai Nasdem semoga partai saya yang lama ini segera konsolidasi internal,” ungkapnya.
Sejumlah kader Partai Nasdem memutuskan bergabung dengan partai yang dipimpin anak bungsu mantan Presiden Jokowi tersebut.
Terakhir, ada mantan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem, Rusdi Masse Mappasessu, yang kini mengikuti jejaknya bergabung PSI.
“Banyak sekali yang berpindah. Contohnya salah satu kan saya. Ada lagi yang masih aktif, Rusdi Masse, Wakil Ketua Komisi 3, pindah ke PSI dan meninggalkan jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi 3 DPR RI. Itu biasa saja. Masih ada 15-20 lagi yang mau pindah,” ungkap Bestari.
Menurutnya, Jokowi menjadi salah satu daya tarik politisi-politisi ini bergabung ke PSI.
Siap Ikut Merintis PSI
Bahkan, mereka yang telah bergabung, menurutnya siap untuk ikut merintis PSI hingga struktur paling bawah.
“Semenjak diketahuinya Pak Jokowi menjadi patron daripada PSI, itu sangat menggugah politisi untuk bergabung PSI ke depan karena adanya Pak Jokowi juga. Dan bahkan mereka menyatakan diri siap untuk terjun langsung membentuk kepengurusan, membantu membentuk kepengurusan sampai tingkat paling bawah,” jelasnya.
Di tengah banyaknya kader yang berpindah, berhembus isu Jokowi yang akan mengambil alih partai yang didirikan Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, ini. Bestari mengungkapkan Jokowi sempat heran namanya muncul.
Baca juga: Di Solo, Bestari Barus Sebut Belasan Anggota DPR Akan Lepas Jabatan dan Pindah ke PSI : Efek Jokowi
“Ini tadi cukup kami bicarakan dan saya mendapat pertanyaan dari Pak Jokowi. Kenapa kok nama saya disebut. Seharusnya kawan-kawan pers tidak perlu bertanya lagi. Karena setiap ada isu besar yang selalu dikaitkan siapa Pak Jokowi,” jelasnya.
Ia pun memastikan kabar ini tidak benar. Apalagi kabar bahwa Jokowi akan membeli Nasdem Tower, hal ini sepenuhnya tidak benar.
“Tidak benar. Nggak ada keinginan Pak Jokowi untuk mengambil itu. Itu hanya isu yang dilontarkan sebagian pihak berkepentingan untuk membentuk opini publik Pak Jokowi dan Mas Gibran,” tuturnya. (*)
| Di Solo, Bestari Barus Sebut Belasan Anggota DPR Akan Lepas Jabatan dan Pindah ke PSI : Efek Jokowi |
|
|---|
| Diisukan Ambil Alih NasDem Hingga Beli NasDem Tower, Jokowi Penasaran: Isu dari mana itu? |
|
|---|
| Jokowi di Solo Bantah Isu Dirinya Membeli NasDem Tower: Kelas Saya UMKM |
|
|---|
| Tanggapi Soal Ambil Alih Partai NasDem, Jokowi di Solo: Isu yang Sangat Menuduh |
|
|---|
| Di Solo, Jokowi Bantah Keras Isu Ambil Alih NasDem dan Beli NasDem Tower : Duitnya Darimana? |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Jookwi-PSI-Solo-5.jpg)