Kecelakaan Maut di Tugu Wisnu

Keluarga Ikhlas, Polisi Buka Opsi Restorative Justice Kasus Kecelakaan Maut Tugu Wisnu Solo

Kasus kecelakaan tugu wisnu, Manahan Solo membuka opsi restorative justice. Ini lantaran keluarga korban ikhlas.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
EVAKUASI KORBAN TEWAS - Kecelakaan maut terjadi di simpang Tugu Wisnu Manahan, Solo pada Selasa (21/4/2026) sore. Dua perempuan yang mengendarai motor terlindas truk boks hingga meninggal dunia. 

Ringkasan Berita:
  • Polisi menyebut keluarga korban kecelakaan motor dengan truk kontainer di Simpang Tugu Wisnu Manahan, Solo, telah mengikhlaskan peristiwa yang menewaskan LN (20) dan A (20).
  • Keluarga korban yang diwakili pihak kampus di Sulawesi Selatan disebut telah menyatakan ikhlas atas kejadian tersebut.
  • Kasus kecelakaan yang terjadi pada Selasa (21/4/2026) sore ini berpotensi diselesaikan melalui jalur restorative justice atau kesepakatan damai sesuai ketentuan hukum.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto 

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Polisi menyebut keluarga korban kecelakaan sepeda motor dengan truk kontainer di Simpang Tugu Wisnu Manahan, Solo sudah ikhlas.

Ini terkait dengan tewasnya LN (20) dan A (20).

Kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa keduanya terjadi pada Selasa (21/4/2026) sore.

Berdasarkan hal ini, kemungkinan kasus bisa diselesaikan dengan kesepakatan damai atau restorative justice.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Solo, Iptu Vebby, melalui Kasubnit 2 Gakkum Satlantas Polresta Solo, Ipda Yuli Nurus Yani, menerangkan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan pihak keluarga korban yang berdomisili di Sulawesi Selatan melalui perwakilan kampus tempat keduanya menimba ilmu.

KECELAKAAN MAUT - Kecelakaan maut terjadi di simpang tugu Wisnu Manahan Solo pada Selasa (21/4/2026) sore. Dua perempuan yang mengendarai motor tewas setelah terseret truk boks.
KECELAKAAN MAUT - Kecelakaan maut terjadi di simpang tugu Wisnu Manahan Solo pada Selasa (21/4/2026) sore. Dua perempuan yang mengendarai motor tewas setelah terseret truk boks. (TribunSolo.com/Istimewa)

Pihak keluarga yang diwakili oleh pihak kampus ketika datang ke Polresta Solo, disebut Yuli telah mengikhlaskan kejadian tersebut sebagai sebuah musibah.

Oleh karena itu, pihak kepolisian pun kini disebut Yuli membuka opsi penyelesaian kasus ditempuh melalui jalur keadilan restoratif.

"Kami tidak bisa memaksa keluarga untuk terus lanjut jika mereka memang menginginkan penyelesaian secara kekeluargaan. Selama ada kesepakatan damai, kita bisa buatkan RJ-nya sesuai ketentuan yang sah dalam KUHAP," ungkap Yuli, Rabu (29/4/2026).

Fokus Perhatikan Lampu Lalu Lintas

Di sisi lain, Yuli menuturkan pihaknya telah melakukan pendalaman terkait proses hukum atas insiden tersebut.

Dari hasil penyelidikan, Yuli mengatakan bahwa penyebab kecelakaan diduga kuat karena sopir truk kurang konsentrasi saat berkendara sebelum kejadian.

Dalam keterangannya, sopir truk VRI (23) mengatakan bahwa sebelum kejadian ia terlalu fokus memperhatikan lampu lalu lintas (traffic light) karena ingin mengikuti kendaraan besar di depannya.

Baca juga: Cerita Suami Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Langsung Gusar Saat Dengar Kabar di Medsos

"Sopir truk menyatakan konsentrasinya ke lampu. Saat itu ada truk kontainer di depannya yang masih jalan saat lampu kuning, jadi dia ikut membuntuti agar tetap bisa lewat," tambah Yuli.

Tak hanya itu, Yuli meneruskan bahwa ada indikasi truk menerobos lampu merah. Hal itu didasari temuan bahwa sesaat sebelum kejadian, kendaraan yang melaju dari arah selatan sudah mulai bergerak maju.

"Kalau melihat dari sisi selatan sudah jalan, seharusnya dari arah utara sudah lampu merah," urai Yuli.

Saat ini, pihak kepolisian ditegaskan Yuli tengah menunggu keputusan dari kedua pihak terkait kelanjutan kasus insiden kecelakaan tersebut. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved