Sejarah di Kota Solo
Serupa Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Nasi Kucing Solo dan Jogja
Bagi orang luar Kota Solo, mungkin bakal mengernyitkan dahi mendengar ada kuliner bernama nasi kucing.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Menunya beragam, mulai dari nasi kucing, gorengan, sate-satean, hingga aneka wedang seperti jahe, sereh, dan kopi jos.
Berikut beberapa angkringan/wedangan rekomendasi di Solo (kecuali Wedang Dongo sesuai permintaan):
1. Wedangan Radjiman Plus
Lokasi: Jl. Dr. Rajiman No. 554
Jam buka: 16.00–00.00
Tempat ini terkenal sebagai lokasi nobar sepak bola.
Menu wedangnya beragam, dari wedang jahe hingga tape cokelat. Ada camilan seperti mendoan, tahu cabe garam, serta menu utama gongso babat dan kikil.
2. Wedangan Mbah Wiryo
Lokasi: Jl. Perintis Kemerdekaan No. 25
Jam buka: 16.00–00.30
Termasuk salah satu wedangan legendaris sejak 1958.
Minuman andalannya adalah wedang jahe kombinasi.
Makanannya mulai dari nasi bandeng, jadah, aneka sate, hingga telur pindang.
3. Wedangan Pendhopo
Lokasi: Jl. Srigading I No. 20
| Fakta Menarik Batik Parang, Ada Pantangan Dilarang Dipakai di Keraton Solo dan Mangkunegaran |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Kadipiro di Solo : Konon Bermakna 'Keterlaluan' saat Zaman Majapahit |
|
|---|
| Asal-usul Nama Kelurahan Banyuanyar di Solo, Ada Kali Anyar yang Jadi Pemisah dengan Boyolali |
|
|---|
| Perbedaan Gudeg Solo dan Jogja, Menu Sarapan Favorit yang Punya Sejarah Panjang |
|
|---|
| Sejarah Stadion Manahan Solo yang Dikritik Andre Rosiade Mirip Sawah, DIbangun di Era Soeharto |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/nasi-kucing-sajian-dari-angkringan.jpg)