Teror Pocong
Meski Belum Ada Kasus, Polresta Solo Buka Aduan Teror Pocong
Polisi di Solo membuka aduan soal teror pocong, masyarakat bisa menghubungi Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.
Penulis: Andreas Chris Febrianto | Editor: Ryantono Puji Santoso
Ringkasan Berita:
- Polresta Solo mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi kemunculan teror pocong yang viral di media sosial di sejumlah daerah sekitar Solo.
- Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan modus pelaku biasanya mengenakan kostum pocong untuk menakuti korban di tempat sepi dan minim penerangan sebelum melakukan perampasan barang berharga.
- Polisi meminta masyarakat segera melapor melalui Call Center 110 jika menemukan hal mencurigakan.
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Teror pocong yang ramai di beberapa daerah dan viral di media sosial mendapat perhatian dari Polresta Solo.
Polisi di Solo mengimbau masyarakat tidak gampang terpengaruh.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak panik.
Walaupun, teror pocong ini sudah muncul di beberapa kawasan di Solo Raya, namun untuk Solo belum ada aduan terkait pocong ini.
Meski belum menerima aduan terkait teror pocong, masyarakat diminta tetap waspada terhadap kemungkinan modus kejahatan yang memanfaatkan ketakutan warga.
Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kasi Humas Polresta Surakarta AKP Lingga Ramadhani mengatakan masyarakat perlu memahami modus kriminal dengan menakut-nakuti korban untuk melancarkan aksinya.
“Jangan mudah percaya. Modus seperti ini bisa membuat masyarakat takut lalu menjadi korban kejahatan,” ujar Lingga, Sabtu (30/5/2026).
Call Center 24 Jam
Lingga melanjutkan bahwa modus yang kerap dilakukan pelaku yakni dengan mengenakan pakaian menyerupai pocong untuk menakuti korban, terutama di lokasi yang sepi dan minim penerangan.
Setelah korban merasa panik dan ketakutan, pelaku kemudian mengancam atau memaksa korban menyerahkan barang berharga miliknya.
“Biasanya pelaku menyasar korban yang sendirian di tempat gelap atau sepi. Setelah korban takut, pelaku mengambil kesempatan untuk merampas barang berharga lalu melarikan diri,” tambahnya.
Baca juga: Fakta Konten Pocong Jadi-jadian di Sragen, Remaja Diingatkan Jangan Cari Sensasi yang Rugikan Rakyat
Lingga melanjutkan, ia mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan apabila ada kejadian mencurigakan yang ditemui melalui layanan Call Center 110 yang aktif selama 24 jam.
Selain itu, masyarakat juga diminta menghindari penyebaran informasi yang belum jelas kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Tetap tenang, waspada, dan segera hubungi polisi apabila menemukan hal yang mencurigakan. Bersama kita jaga situasi kamtibmas Kota Surakarta tetap aman dan kondusif,” tutupnya. (*)
| Teror Pocong di Sragen, Diduga Kejar Cuan dari Gift Live TikTok untuk Beli Rokok hingga Miras |
|
|---|
| Fakta Konten Pocong Jadi-jadian di Sragen, Remaja Diingatkan Jangan Cari Sensasi yang Rugikan Rakyat |
|
|---|
| Teror Pocong Mulai Ada di Sekitar Solo, Polisi Sebut Modus Kriminal dengan Menakut-nakuti Korban |
|
|---|
| Sosok Pocong Jadi-jadian di Karanganyar Dicari Semalaman Sampai ke Kebun Jagung, Hasilnya Nihil |
|
|---|
| Teror Pocong Jadi-jadian di Kebakkramat Karanganyar, Warga Resah Sampai Minta Ronda Diaktifkan Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Tiga-pelajar-yang-diamankan-polisi-di-Sragen-karena-membuat-resah-dengan-menjadi-pocong.jpg)