Persis Solo

Enggan Komentari Soal Transfer Pemain, Suporter Persis Solo Singgung Pembenahan Internal Klub

Suporter Persis Solo mendesak transparansi manajemen dan meminta Pemkot Solo memediasi dialog.

Tayang:
TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto
CORETAN - Kondisi dan situasi Persis Store usai dipenuhi poster bernada sindiran dan kekecewaan, Senin (25/5/2026). Aksi tersebut menjadi bentuk kekecewaan suporter atas hasil buruk yang dialami Persis Solo musim ini. 
Ringkasan Berita:
  • Suporter Persis Solo belum ingin mengomentari pelepasan pemain, pelatih, maupun rumor transfer setelah Laskar Sambernyawa terdegradasi dari Super League.
  • Presiden DPP Pasoepati Arif Djodi Purnomo menyoroti manajemen Persis Solo yang dinilai belum transparan terkait janji pembenahan internal klub.
  • Sejumlah kelompok suporter meminta Pemkot Solo menjadi mediator untuk mempertemukan suporter dan manajemen guna membahas masa depan Persis Solo.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Andreas Chris Febrianto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Suporter Persis Solo memilih menahan diri untuk tidak banyak berkomentar terkait langkah manajemen yang mulai melepas pelatih dan pemain, termasuk berbagai rumor transfer yang beredar setelah berakhirnya musim kompetisi.

Fokus utama suporter saat ini justru tertuju pada tuntutan transparansi manajemen Persis Solo menyusul hasil buruk yang membuat Laskar Sambernyawa terdegradasi dari Super League.

Presiden DPP Pasoepati, Arif Djodi Purnomo, mengungkapkan kekecewaan yang dirasakan banyak pendukung Persis Solo terhadap sikap manajemen yang dinilai belum terbuka terkait rencana pembenahan internal klub.

Suporter Pilih Tak Komentar soal Pemain dan Rumor Transfer

Djodi mengatakan pihaknya belum ingin memberikan tanggapan mengenai aktivitas transfer maupun keputusan manajemen terkait pemain dan pelatih.

“Untuk masalah pemain kami sementara no comment ruimiyen (re: tak komentar dulu),” jelas Djodi melalui pesan singkat kepada TribunSolo.com, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, perhatian suporter saat ini lebih tertuju pada langkah konkret manajemen dalam melakukan evaluasi dan perbaikan internal pascadegradasi.

LESU - Ekspresi suporter Persis Solo saat saksikan laga Laskar Sambernyawa vs Persita Tangerang di area parkir selatan Stadion Manahan Solo, Sabtu (23/5/2026). Suporter Persis Solo tidak bisa sepenuhnya menikmati kemenangan timnya atas Persita Tangerang.
LESU - Ekspresi suporter Persis Solo saat saksikan laga Laskar Sambernyawa vs Persita Tangerang di area parkir selatan Stadion Manahan Solo, Sabtu (23/5/2026). Suporter Persis Solo tidak bisa sepenuhnya menikmati kemenangan timnya atas Persita Tangerang. (TribunSolo.com/Andreas Chris Febrianto)

Kritik Manajemen yang Dinilai Belum Transparan

Djodi menegaskan bahwa hingga kini suporter masih menunggu penjelasan resmi dari manajemen terkait pembenahan yang sempat dijanjikan kepada publik.

“Fokus kami sedang pada manajemen yang belum berani bersuara terkait pembenahan internal mereka,” lanjut dia.

Kondisi tersebut membuat sejumlah kelompok suporter merasa perlu mengambil langkah untuk membuka ruang komunikasi yang lebih jelas antara pendukung dan pengelola klub.

Baca juga: Rombak Ruang Ganti, Persis Solo Lepas Milo dan Durovic, Siap Pertahankan Sejumlah Legiun Asing

Suporter Minta Pemkot Solo Menjadi Jembatan Komunikasi

Sebagai tindak lanjut, sejumlah kelompok suporter Persis Solo saat ini tengah berupaya menjalin komunikasi dengan Wali Kota Solo, Respati Ardi.

Langkah tersebut dilakukan agar Pemerintah Kota (Pemkot) Solo dapat menjadi mediator antara manajemen Persis Solo dan para suporter yang menuntut kejelasan arah klub ke depan.

“Dalam waktu dekat kami meminta pemkot untuk menjembatani antar suporter dan manajemen,nanti dalam beberapa hari kedepan akan kami update perkembangannya,” pungkas Djodi.

(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved