Mengenal Gerakan Peduli Sedekah, Salah Satu Komunitas Kemanusiaan di Kota Solo
Gerakan ini berdiri dari tanggal 25 Oktober 2015 dan telah memiliki 30-50 anggota yang hadir setiap gathering di hari Minggu.
Penulis: Eka Fitriani | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Eka Fitriani
TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Gerakan Peduli Sedekah (GPS) merupakan salah satu komunitas yang bergerak di bidang kemanusiaan di Kota Solo.
Hari ini, Rabu (17/8/2016), GPS mengadakan upacara dan bendera dan pembagian donasi keapda dhuafa di sekitar Alun-alun Kidul.
Upacara bendera dimulai dari pukul 8.30 WIB hingga 9.10 WIB dan dilaksanakan di sebelah selatan Alun-alun Kidul.
GPS merupakan gerakan sosial independen yang bertujuan mengangkat harkat orang pinggiran, anak yatim dan kaum dhuafa dengan dana sedekah serta dana lainnya yang halal dan legal.
Sumber dananya dari perorangan, kelompok, maupun perusahaan/lembaga.
Gerakan ini berdiri dari tanggal 25 Oktober 2015 dan telah memiliki 30-50 anggota yang hadir setiap gathering di hari Minggu.
Anggota di media sosial GPS sendiri sudah mencapai 1.300.
Sulis Setiawan, Ketua GPS menjelaskan awal berdirinya komunitas ini.
“Kita kan berawal terbentuknya dari media sosial juga, di facebook, saat itu ada postingan simbah-simbah yang sudah jompo itu jualan,” katanya.
“Jadi melihat itu sebagai pantas untuk kita beri bantuan, pantang bagi mbah-mbah itu untuk meminta-minta walaupun keterbatasan fisik,” katanya.
Setiap hari Kamis, komunitas ini memposting profil orang yang akan diberi bantuan di facebook yaitu grup Facebook, Gerakan Peduli Sedekah – GPS.
“Kita msukkan di grup jual beli kaya gitu, itu juga antusias masyarakat juga bagus jadi setiap hari minggu itu yang datang kopdar (kopi darat) orang-orang baru itu ada 5-10 orang,” ujar Sulis.
“Kita juga membuka rekening khusus itu setiap habis posting itu pasti ada donasi masuk,” katanya.
“Nanti untuk laporan donasi kita juga posting di facebook kita pribadi,” ujarnya.