Aksi Solidaritas Ojol

Puluhan Pemuda di Sragen Diduga Rencanakan Aksi Perusakan Lanjutan, Bawa Bom Molotov

Sebanyak 73 pemuda ditangkap lantaran diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan, menyusul perusakan sejumlah fasilitas umum

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Mardon Widiyanto | Editor: Putradi Pamungkas

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUNSOLO.COM, SRAGEN - Sebanyak 73 pemuda ditangkap lantaran diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan, menyusul perusakan sejumlah fasilitas umum dan Kantor DPRD Sragen pada Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Kapolres Sragen, AKBP Dewiana Syamsu Indyasari, memastikan situasi di wilayah hukum Sragen kini telah terkendali sepenuhnya oleh aparat.

“Dari hasil patroli dan penyekatan, kami amankan 73 pemuda yang diduga hendak melakukan perusakan lanjutan. Saat ini mereka masih dalam pemeriksaan intensif di Mapolres Sragen,” ujar Dewiana, Minggu (31/8/2025).

Mereka diamankan karena diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan.
DIAMANKAN - Puluhan pemuda yang diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan, diamankan Anggota Polres Sragen, Minggu (31/8/2025) dini hari. Mereka diamankan karena diduga hendak melakukan aksi anarkis lanjutan.

Dari tangan para terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa lima botol kaca yang diduga akan digunakan sebagai bom molotov, satu botol plastik berisi bahan bakar minyak (BBM) sebanyak dua liter, serta 28 unit sepeda motor yang digunakan oleh para pemuda tersebut.

Aksi perusakan sebelumnya terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

Massa yang bergerak dari arah Solo sempat membakar tumpukan sampah di perempatan Beloran, lalu melanjutkan aksinya ke Kantor DPRD Sragen.

Sejumlah fasilitas di sekitar kompleks gedung DPRD mengalami kerusakan parah, termasuk pagar, papan nama, dan mesin ATM milik Bank Jateng.

Tak berhenti di situ, massa juga merusak dua pos polisi, yakni Pos Pasar Kota dan Pos Alun-Alun Sragen.

Kaca pos pecah berserakan, bagian dalam pos hancur, bahkan Tugu Adipura di pusat kota turut menjadi sasaran dengan aksi pembakaran ban bekas.

"Polres Sragen bersama TNI kini memperketat pengamanan di sejumlah objek vital, terutama kantor pemerintahan, fasilitas publik, dan jalur utama kota," kata Dewiana.

"Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada aksi susulan yang mengganggu stabilitas kamtibmas di Sragen," lanjutnya.

Baca juga: Kala Kerusuhan Pecah Minggu Dini Hari di Jalan Sukowati Sragen, Warga Terganggu Lalu Putar Balik

Sebelumnya, suasana mencekam terjadi di Jalan Raya Sukowati Sragen, Sabtu (30/8/2025) dini hari.

Dimana, sekelompok massa awalnya berkumpul di sekitaran gedung DPRD, yang berjarak 34 kilometer atau kurang lebih 30 menit perjalanan dari kota Solo.

Lalu, sempat dipukul mundur dan sempat ada tembakan gas air mata.

Meski begitu, massa masih bertahan di sekitar Kampung Beloran, jumlahnya ada ratusan orang sekitar pukul 02.30 WIB.

Bahkan, mereka ada yang membakar sampah di tengah Jalan Raya Sukowati di beberapa titik.

Semakin lama, api pun semakin membesar, namun tidak sampai merembet kemana-mana.

(*)

 

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved