TribunSolo/

Anggaran Terbatas, Budi Waseso Sebut BNN Berdarah-darah Hadapi Darurat Narkoba Indonesia

Anggaran satu tahun untuk seluruh BNN baik pusat, provinsi, kota atau kabupaten, tadi Rp 1,3 triliun satu tahun

Anggaran Terbatas, Budi Waseso Sebut BNN Berdarah-darah Hadapi Darurat Narkoba Indonesia
(KOMPAS.com / Andi Hartik)
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso atau Buwas saat menjadi pembicara dalam acara Ikatan Keluarga Alumni Institut Injil Indonesia di Sekolah Alkitab Kota Batu, Jawa Timur, Kamis (2/11/2017) 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Kepala Bagian Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombes Sulistiandriatmoko mengaku lembaganya sampai berdarah-darah dalam menghadapi darurat narkoba di Indonesia.

Penyebabnya, karena persoalan narkoba masih dipersepsikan merupakan urusan lembaga anti narkoba tersebut sendirian.

Hal tersebut diungkapkan Sulistiandriatmoko, dalam diskusi dengan tema "Stop Narkoba Save Generasi Muda", di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Sulis mengatakan, dalam menangani masalah narkoba, ada tiga pendekatan yang dilakukan yakni pendekatan supply reduction, demand reduction dan harm reduction.

BNN memakai dua di antara pendekatan tersebut yakni pendekatan supply reduction dan demand reduction.

Pendekatan supply reduction diketahui bertujuan memutus mata rantai pemasok narkotika mulai dari produsen sampai pada jaringan pengedarnya, sementara pendekatan demand reduction adalah memutus mata rantai para pengguna.

Untuk urusan supply reduction, Sulis menyatakan BNN bisa dinilai sukses menjalankannya.

Namun, dalam hal demand reduction, pihaknya mengakui hal tersebut belum berhasil dilakukan.

Penyebabnya karena keterbatasan anggaran dan personil yang ada untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Oleh karena itu demand (reduction) mau tidak mau, suka atau tidak suka, seluruh elemen masyarakat itu terlibat. (Jadi) Jangan salah persepsi urusan narkoba sudahlah urusanya BNN," kata Sulis.

Halaman
12
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help