Polisi Tangkap Empat Warga Sukoharjo Terkait Kasus Dugaan Perusakan PT RUM dan Ujaran Kebencian

enangkapan dilakukan oleh Polres Sukoharjo dengan Polda Jateng dan Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (14/3/2018) dini hari.

Polisi Tangkap Empat Warga Sukoharjo Terkait Kasus Dugaan Perusakan PT RUM dan Ujaran Kebencian
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Aksi damai warga menolak penutupan PT RUM di halaman Kantor Pemkab Sukoharjo, Kamis (22/2/2018) siang. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Empat warga Sukoharjo ditangkap karena diduga terlibat dalam kasus perusakan dan ujaran kebencian terhadap pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM), Sukoharjo.

Mereka adalah Sukemi Edi Susanto (36), warga Desa Celep, Nguter, Brilian Yosef Naufal (19) warga Juron, Nguter, Bambang Hesthi Wahyudi (53) warga Sukoharjo, dan Danang Tri Widodo (35) warga Nguter.

Penangkapan dilakukan oleh Polres Sukoharjo dengan Polda Jateng dan Bareskrim Mabes Polri pada Rabu (14/3/2018) dini hari.

Kapolres Sukoharjo, AKBP Iwan Saktiadi, mengatakan penangkapan empat tersangka terpisah dalam dua kasus.

Baca: Ini Alasan Persis Solo Tunjuk Jafri Sastra Sebagai Pelatih Kepala

"Dua orang tersangka kasus pengrusakan fasilitas PT RUM, lalu dua pelaku ditangkap Bareskrim Mabes Polri terkait ujaran kebencian dan SARA dalam akun media sosial miliknya,” jelasnya.

Dalam penangkapan paksa tersebut, Sukemi dan Brilian diduga kuat terlibat dalam perusakan fasilitas PT RUM dalam unjuk rasa yang berakhir ricuh waktu itu.

Untuk diketahui, unjuk rasa dilakukan warga yang terdampak bau limbah pabrik sejak beroperasi selama Oktober 2017.

Keduanya ditangkap melalui pengembangan kasus serupa dengan pemeriksaan tiga tersangka yanh ditangkap sebelumnya.

Baca: Dengar Saksi Beri Keterangan, Bos First Travel Anniesa Hasibuan Terus Menangis di Ruang Sidang

Sementara, dua warga yakni Bambang dan Danang ditangkap karena diduga menyebarkan ujaran kebencian dan postingan berbau SARA di media sosial.

Iwan menyampaikan, penangkapan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri berdasarkan mapping dan penyelidikan.

"Bareskrim Mabes Polri sebelumnya telah melakukan mapping dan tentunya kita melangkah berdasarkan bukti yang ditemukan," paparnya.

"Dari kasus pelanggaran UU ITE, polisi menemukan postingan yang hal itu patut untuk dipersangkakan." (*)

Penulis: Facundo Crysnha Pradipha
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help