Ramadan 2018

PT KAI Larang Warga Ngabuburit di Jalur Kereta Api, Jika Melanggar Bakal Disanksi Tegas

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, sampai saat ini masih banyak warga yang ngabuburit di jalur kereta.

PT KAI Larang Warga Ngabuburit di Jalur Kereta Api, Jika Melanggar Bakal Disanksi Tegas
KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO
Gara-gara gangguan rek, kereta api rute Solo menuju Semarang berhenti berjam-jam di Stasiun Gundih, Geyer, Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (18/2/2018) siang. 

TRIBUNSOLO.COM, BANDUNG - PT Kereta Api Indonesia ( KAI) Daerah Operasi 2 Bandung melarang masyarakat untuk ngabuburit atau menunggu waktu berbuka puasa di jalur kereta api.

Manajer Humas Daop 2 Bandung, Joni Martinus mengatakan, sampai saat ini masih banyak warga yang ngabuburit di jalur kereta.

Joni mencontohkan, misalnya seperti di Kiaracondong, Plered, dan Padalarang.

Menurut Joni, jalur kereta tak bisa dimanfaatkan sembarangan.

Baca: Momen Ramadan, Koramil 03/Serengan Kodim Solo Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim Piatu

Apalagi, jalur kereta merupakan jalur yang dilindungi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian.

"Dengan karakteristik jalur yang khusus seperti itu maka jalur kereta api tidak bisa dimanfaatkan secara sembarangan, karena menyangkut keselamatan perjalanan kereta api," ujar Joni saat dihubungi via pesan singkat, Minggu (27/5/2018).

Selain itu, lanjut Joni, beraktivitas di rel kereta sangat membahayakan bagi keselamatan masyarakat.

Pada 2017 lalu, pihaknya mencatat empat orang tewas tersambar kereta api selama Ramadan.

Baca: Proses Hukum untuk Remaja Pencuri 10 Koper di Bandara Soetta, Polisi akan Terapkan Peradilan Anak

"Untuk tahun ini belum ada kecelakaan akibat ngabuburit."

"Namun, tahun kemarin ada empat orang yang tewas pada saat subuh hari di wilayah Kiaracondong.

Maka dari itu sebelum jatuhnya korban seperti tahun kemarin, kami buat imbauan dan larangan," tutur Joni, seperti dikutip TribunSolo.com dari Kompas.com.

Berdasarkan data itu, Joni melarang masyarakat berada di rel kereta api untuk kepentingan apa pun, termasuk ngabuburit, karena dapat membahayakan keselamatan. 

Jika melanggar, warga dapat dijatuhi hukuman berupa pidana penjara paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 15 juta sebagaimana aturan dalam Pasal 199 UU Nomor 23 Tahun 2007.

"Jadi kami minta agar masyarakat turut membantu menjaga keselamatan perjalanan kereta api dan juga memberi pengertian atau teguran apabila ada masyarakat yang bermain atau melakukan kegiatan di jalur kereta api," kata Joni. (Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KAI: Dilarang "Ngabuburit" di Jalur Kereta Api"

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved