Anggap Putusan MA dan Bawaslu Obyektif, Bacaleg Eks Koruptor Ini Sebut Hukuman di Penjara Bikin Jera

Ia mengatakan, meski pernah divonis penjara, bukan berarti ke depan dirinya akan tetap korup.

Anggap Putusan MA dan Bawaslu Obyektif, Bacaleg Eks Koruptor Ini Sebut Hukuman di Penjara Bikin Jera
KOMPAS TV
Gedung Mahkamah Agung 

TRIBUNSOLO.COM, BENGKULU - Bacaleg DPRD Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu dari Partai Nasdem, Edi Iskandar, mengaku lega Mahkamah Agung dan Bawaslu RI memutuskan meloloskan eks koruptor bisa menjadi caleg.

Edi diketahui merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

"Saya menganggap putusan MA dan Bawaslu itu sangat obyektif, di mana hanya putusan pengadilan dan UU yang boleh membatasi hak politik seseorang, bukan PKPU," kata Edi, dilansir TribunSolo.com dari Kompas.com, Sabtu (15/9/2018).

Ia mengatakan, meski pernah divonis penjara, bukan berarti ke depan dirinya akan tetap korup.

Beberapa Kawasan Wonogiri Kekeringan, PT Naturindo Fresh dan BAMAG Gelar Baksos Pasok Air Bersih

Saat divonis melakukan korupsi, Edi ketika itu bukan sebagai anggota DPRD, melainkan kontraktor.

Dia menyebut, hukuman yang pernah dijalaninya sudah memberikan efek jera.

"Saya tahu persis bagaimana rasanya di penjara karena tuduhan korupsi, efek jera sudah terasa, rasanya mustahil ke depan akan melakukan tindakan tersebut," ucap dia.

Tidak semua perkara korupsi, lanjut dia, bentuknya menyelewengkan uang negara.

Ikuti Instruksi Prabowo Subianto, Sandiaga Uno Bakal Pakai Cara Kampanye Zaman Now

Dia mengatakan, ada juga yang divonis bersalah korupsi karena kesalahan administratif dan mengetahui tindakan korupsi.

Dengan adanya putusan MA dan Bawaslu ini, Edi siap menghadapi Pemilu.

"Selagi partai tidak melarang saya akan lanjut sesuai putusan MA dan Bawaslu. Kita lihat ke depan bagaimana dengan KPU," sebut dia.

Sementara itu, KPU Provinsi Bengkulu terkait putusan MA dan Bawaslu masih menunggu arahan dari KPU RI.

Jawab Gosip Hubungan Ayu Ting Ting dan Ivan Gunawan, Ruben Onsu Sebut Keduanya Sering Tarik Ulur

Edi Iskandar pernah divonis penjara selama 1 tahun denda Rp 50 juta subsidair 3 bulan penjara atas kasus Pembangunan Pasar Atas Curup Kabupaten Rejang Lebong yang dilaksanakan oleh PT Zuti Jaya Mempawa pada 2013.

Proyek senilai Rp 3,1 miliar itu diketahui ada penyimpangan hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 614 juta. (Kontributor Bengkulu, Firmansyah/Robertus Belarminus)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bacaleg Eks Koruptor Ini Nilai Putusan MA dan Bawaslu Obyektif"

Editor: Hanang Yuwono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved