Program Rujuk Balik BPJS Kesehatan, Pelayanan Optimal Pasien Penderita Penyakit Kronis

Program Rujuk Balik (PRB) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diadakan untuk mempermudah akses pelayanan

Program Rujuk Balik BPJS Kesehatan, Pelayanan Optimal Pasien Penderita Penyakit Kronis
TribunSolo.com/Garudea Prabawati
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono (Kanan) serta dr. Ndarumurti Pangesti, SpPD KEMD FINASIM, selaku Direktur RS Kasih Ibu Surakarta (Kiri) 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Program Rujuk Balik (PRB) dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diadakan untuk mempermudah akses pelayanan kepada penderita penyakit kronis.

Selain itu keunggulan lainnya yakni efektivitas dari penanganan dan pengelolaan penyakit peserta Jaminan Kesehatan Nasional - Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) menjadi lebih baik.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Surakarta, Agus Purwono berujar PRB ini memungkinkan pasien peserta PRB yang sudah dinyatakan stabil oleh dokter rumah sakit, tidak perlu lagi repot - repot mengantre kerumah sakit untuk mendapatkan pengobatan.

Pasien peserta PRB cukup mendatangi puskesmas, klinik ataupun apotek terdekat yang sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mendapatkan penanganan cepat.

Mulai Hari Ini, Tiket Pembukaan Asian Para Games 2018 Bisa Dibeli

"Dalam arti usai stabil, maka pengobatan dilanjutkan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), Lantas berlanjut untuk dimasukkan dalam mekanisme rujuk balik," katanya kepada Tribunsolo.com, saat ditemui dalam acara Best Practice Sharing PRB RS Kasih Ibu, di The Sunan Hotel Solo, Kamis (20/9/2018).

Sementara itu menurut data yang dihimpun Tribunsolo.com dari BPJS Kesehatan, diketahui, PRB ini yang digagas BPJS Kesehatan ini diperuntukan untuk pasien yang mengidap penyakit kronis seperti diabetes melitus, hipertensi, jantung, dan asma.

Selain itu juga penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), epilepsy, stroke, serta schizophrenia.

Juga Systemic Lupus Erythematosus (SLE) yang sudah terkontrol atau stabil namun masih memerlukan pengobatan atau asuhan keperawatan dalam jangka panjang, bisa dikelola di tingkat fasilitas kesehatan primer.

KPU Kabupaten Karanganyar Tetapkan 441 Orang Sebagai Daftar Calon Tetap Pileg 2019

Sementara dalam acara Best Practice Sharing PRB RS Kasih Ibu ini dihadirkan pembicara yakni Siti Wahyuningsih, selaku Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta.

Selain itu hadir pula dr.  Ndarumurti Pangesti, SpPD KEMD FINASIM, selaku Direktur RS Kasih Ibu Surakarta. 

Dan juga drg. Hesti Istiyanti, MM. Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS kesehatan Cabang Surakarta. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help