Pasar Legi Solo Terbakar

Harga Bawang Merah Stabil, Bahkan Harga Bawang Putih di Pasar Legi Solo Turun Pascakebakaran

Pantauan TribunSolo.com, beberapa pedagang hanya menjual bawang merah dan bawang putih atau hanya menjual cabai.

Harga Bawang Merah Stabil, Bahkan Harga Bawang Putih di Pasar Legi Solo Turun Pascakebakaran
TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR
Kesia, pedagang cabai terdampak kebakaran di Pasar Legi, Solo, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Efrem Siregar

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sejumlah pedagang sembako korban terdampak kebakaran Pasar Legi Solo, beberapa waktu lalu membuka lapak mereka di halaman Pasar Legi, Minggu (4/11/2018).

Namun, karena terbatasnya tempat berjualan, mereka tidak menjual semua bahan kebutuhan pokok.

Pantauan TribunSolo.com, beberapa pedagang hanya menjual bawang merah dan bawang putih atau hanya menjual cabai.

Janti, pedagang bawang mengatakan, sejak Pasar Legi terbakar, dia tetap menjual bawang merah dengan harga normal berkisar Rp 16-18 ribu tergantung jenis bawang.

IKAPAGI Klaim Sebagai Organisasi Tunggal untuk Mediasi Pedagang Pasar Legi dan Pemkot Solo

Begitu juga dengan cabai merah dan cabai rawit.

Tidak ada kenaikan harga.

Satu kilogram cabai merah dijual seharga Rp 15.000.

Justru harga bawang putih, menurut beberapa pedagang mengalami penurunan.

Janti, pedagang bawang terdampak kebakaran di Pasar Legi, Minggu (4/11/2018).
Janti, pedagang bawang terdampak kebakaran di Pasar Legi, Minggu (4/11/2018). (TRIBUNSOLO.COM/EFREM SIREGAR)

Pedagang Pasar Legi Solo Terdampak Kebakaran Sementara Dibebaskan Berjualan di Sekitar Kawasan Pasar

“Bawang putih yang awalnya Rp22.000 turun jadi Rp20.000 per kilogram,” kata Janti saat ditemui TribunSolo.com.

Janti mengatakan, tidak ada niatan untuk menaikan harga jualannya pascakebakaran.

“Saya hanya mengikuti harga dari bos (agen),” ucapnya.

Pedagang bawang lainnya, Sri Marwati bahkan mengaku bawang putih miliknya dijual seharga Rp18.000 per kilogram.

Ia menduga turunnya harga bawang putih lantarn permintaan pedagang dari agen menurun pascakebakaran.

“Karena stok bawang putih di bos (agen) masih banyak, sementara pedagang yang ingin mengambilnya sedikit,” kata Sri Marwati.(*)

Penulis: Efrem Limsan Siregar
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved