Pemilu 2019

Ketua KPU Jateng Sebut Belum Semua Wilayah di Jawa Tengah Mendapatkan Logistik Pemilu 2019

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, saat mengisi sebuah acara di Kampus IAIN Surakarta, Senin (19/11/2018).

Ketua KPU Jateng Sebut Belum Semua Wilayah di Jawa Tengah Mendapatkan Logistik Pemilu 2019
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah sudah mulai mendistribusikan logistik berupa kotak suara dan bilik suara di wilayah Jawa Temgah (Jateng) untuk Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu diungkapkan Ketua KPU Jateng, Yulianto Sudrajat, saat mengisi sebuah acara di Kampus IAIN Surakarta, Senin (19/11/2018).

Dirinya mengakui, memang belum seluruh wilayah di Jateng mendapatkan logistik.

Hal itu lantaran kotak suara yang akan digunakan pemilu mendatang memang berbeda dari pemilu sebelumnya.

Kenakan Pakaian Wayang, KPUD Sukoharjo Blusukan ke Pasar Kartasura Sosialisasikan Pemilu 2019

Diketahui, kotak suara yang akan digunakan pada Pemilu 2019 menggunakan bahan dari kardus dan dilaminasi, serta pada bagian depan berwujud transparan menggunakan mika.

"Amanat undang-undang jika kotak suara yang akan digunakan pemilu mendatang harus ada sisi transparan, jadi kotak kita yang dulu tidak bisa dipakai lagi," ungkapnya.

Jumlah kotak suara yang dibutuhkan setiap TPS juga meningkat, pada pemilu mendatang setiap TPS membutuhkan 5 kotak suara untuk Kotak DPR kota/Kabupaten, DPR provinsi, DPR RI, DPD, dan Presiden.

Selain itu, jumlah TPS juga bertambah.

Memasuki Musim Hujan, Bawaslu Imbau KPU Perhatikan Kondisi Logistik Pemilu 2019

Di Jateng sendiri ada penambahan sebanyak 168 TPS.

Penambahan TPS ini dilakukan untuk mengakomodasi 300 pemilih pada tiap TPS.

Hal ini juga untuk menyingkat waktu pencoblosan, karena Pemilu 2019 mendatang masing-masing pemilih akan mendapat lima surat suara.

"Kalau lebih dari 300 pemilih (setiap TPS) bisa jadi jam 12.00 saat rekapitulasi, tidak selesai, karena kita merekap 5 surat suara," ungkapnya kepada TribunSolo.com.

"Pada penyempurna daftar pemilih tetap hasil perbaikan yang kedua, ada tambahan pemilih, jadi konsekuensinya TPS harus ditambah," tutupnya (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved