Dilaporkan Melanggar Rekrutmen PPK, Ketua KPU Sukoharjo Berencana Laporkan Balik

Sidang dugaan rekrutmen PKK yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (29/11/2018) ini, mendengarkan laporan Bayu Sapto Nugroho.

Dilaporkan Melanggar Rekrutmen PPK, Ketua KPU Sukoharjo Berencana Laporkan Balik
TRIBUNSOLO.COM/AGIL TRI
Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Nuril Huda, diwawancara seusai persidangan dugaan pelanggan KPU Sukoharjo terkait rekrutmen PPK, Kamis (29/11/2018). 

Laporan wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sidang Bawaslu Kabupaten Sukoharjo terkait dugaan pelanggaran rekrutmen Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo, ditunda hingga Senin (3/12/2018) mendatang.

Sidang yang digelar di Kantor Bawaslu Kabupaten Sukoharjo pada Kamis (29/11/2018) ini, mendengarkan laporan dari Bayu Sapto Nugroho.

Adapun Bayu adalah mantan anggota PPK Kecamatan Grogol, Sukoharjo.

Ketua KPU Sukoharjo, Nuril Huda, mengaku tidak kaget atas yang dilakukan Bayu.

Selain itu, ia pun berencana melaporkan balik Bayu.

Bawaslu Sukoharjo Gelar Sidang Terkait Laporan Dugaan Pelanggaran Rekrutmen PPK oleh KPU

Menurut Nuril, pihaknya sudah memperkirakan bahwa Bayu akan mempersoalkan masalah rekrutmen.

"Saya berterima kasih dengan Bawaslu Sukoharjo dan berfikir positif, ini saatnya pembuktian terkait dengan kebenaran itu semua," kata Nuril.

Nuril mengungkapkan bahwa KPU sudah menjalankan proses sesuai dengan tahapan yang ada dan juga PKPU.

Termasuk pula hasil rapat koordinasi KPU Se-Jateng terkait dengan Badan penyelenggara yang selalu dikoordinasikan dengan KPU provinsi.

Kontroversi Tampang Boyolali, Bawaslu Putuskan Prabowo Tak Langgar Aturan Kampanye

"Proses penambahan PKK sudah sesuai aturan yang ada," kata Nuril.

Terkait dengan dugaan KPU tidak pernah melakukan pleno dan tidak melakukan tahapan yang ada, Nuril mengatakan bahwa Ketua KPU tidak bisa membuat surat dan tidak bisa membuat keputusan sendiri tanpa ada rapat pleno.

"Ada beberapa materi yang menurut kami janggal dalam laporan pelapor," ujar Nuril.

Nuril mengaku  mempertimbangkan untuk melaporkan Bayu ke jalur hukum.

"kami punya rekam jejak dan rekaman wawancara dirinya yang menjelek-jelekan KPU, tapi kami fokus ke proses pembenarannya dulu," ujar Nuril. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved