Dirut PT KAI Puji Penataan Parkir di Stasiun Solo Balapan, Ini Penyebabnya

Dirut PT KAI Edi Sukmoro menyebut penataan area parkir di Stasiun Solo Balapan sangat efektif dan signifikan memecah kepadatan parkir.

Dirut PT KAI Puji Penataan Parkir di Stasiun Solo Balapan, Ini Penyebabnya
TRIBUNSOLO.COM/Garudea Prabawati
Direktur Utama (Dirut) PT KAI, Edi Sukmoro, saat ditemui awak media di Stasiun Solo Balapan, Kamis (27/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribunsolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Direktur Utama (Dirut) PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI, Edi Sukmoro, menyebut penataan area parkir di Stasiun Solo Balapan sangat efektif dan signifikan memecah kepadatan parkir.

"Karena memang tingkat kepadatan parkir di Stasiun Solo Balapan ini sangat tinggi," katanya saat ditemui Tribunsolo.com tatkala meninjau Stasiun Solo Balapan, Kamis (27/12/2018).

Tingkat kepadatan parkir ini mencakup parkir kendaraan roda dua (motor), ataupun kendaraan roda empat (mobil).

Adanya penataan parkir, walaupun belum menyeluruh, sudah mampu mengurai kepadatan, terutama pada momen Natal dan Tahun Baru 2018/2019.

Usai Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019, PT KAI Fokus Benahi Area Parkir Stasiun Solo Balapan

Perluasan area parkir ini menjadi fokus utama KAI, demi membuat pelayanan terhadap penumpang bisa semakin nyaman saat menggunakan kereta api.

Sementara menurut Manajer Humas PT KAI Daop VI Yogyakarta Eko Budiyanto, penataan parkir sangat signifikan mengurai tingkat kepadatan.

"Bahkan persentasenya hingga 40 persen, dapat mengurai tingkat kepadatan area parkir," katanya.

Angka tersebut sangat signifikan.

Ruang Tunggu KA Bandara di Stasiun Solo Balapan Ditargetkan Selesai Dibangun April 2019

Pihaknya juga berujar sementara perluasan area untuk parkir menyasar lahan yang saat ini digunakan untuk Mes karyawan PT KAI, yakni mess Ratna dan Wisma Lawu yang berada di sebelah selatan Stasiun Balapan.

Kedua area ini memiliki luas kurang-lebih 970 meter persegi.

Nantinya jika ditambah dengan area parkir lama, lahan bisa mencapai 13.300 meter persegi.

Nantinya lahan seluas 13.300 meter persegi ini direncanakan bisa menampung sebanyak 469 motor dan 159 mobil.

Adapun Mes Ratna dan Wisma Lawu direncanakan bakal direlokasi ke Stasiun Purwosari.  (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Junianto Setyadi
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved