Retribusi APAR Ditiadakan, Pemkot Solo Tak Butuh Perda Baru

Rencana Pemerintah Kota Solo untuk menghapus retribusi alat pemadam api ringan (APAR) bisa dilaksanakan bulan ini.

Retribusi APAR Ditiadakan, Pemkot Solo Tak Butuh Perda Baru
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
SAR MTA menjinakkan api dengan tabung Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dalam simulasi kebakaran di halaman Balai Kota Solo, Jumat (17/3/2017) pagi 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Rencana Pemerintah Kota Solo untuk menghapus retribusi alat pemadam api ringan (APAR) bisa dilaksanakan bulan ini.

Pemkot tidak perlu mengubah peraturan daerah (Perda) yang mengatur penarikan retribusi tersebut.

“Langsung saja, atau pakai perwali, karena demi memperhatikan keselamatan di masyarakat, jadi mulai bulan ini tidak usah ditarik retribusi tidak masalah,” kata Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Surakarta Yosca Herman Soedrajat ,Rabu (9/1/2019).

“Kebijakan ini kan latar belakangnya sudah jelas, juga ke pendapatan daerah hanya 160 juta, itu kecil kok,” imbuhnya.

Kemenhub Gulirkan Wacana Pembatasan Usia Kendaraan Pribadi

Pemerintah Kota Solo akan menghapuskan retribusi Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di tahun 2019.

Keputusan diambil karena retribusi APAR dinilai kontraproduktif dan hanya menyumbang nilai yang kecil di pendapatan daerah.

“Pertama karena kontraprodutif, wong ada gedung yang sudah punya APAR tapi malah dikenai retribusi, sedangkan ada yang tidak punya kan tidak kena, padahal mereka yang punya kan proaktif dalam penanganan kebakaran,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Solo, Gatot Sutanto di Balai Kota Solo, Senin (7/1/2019).

Selain itu, retribusi hanya memberikan pendapatan kecil ke kas daerah.

BMKG Ungkap Penyebab Gempa Bumi Sukabumi

Menurutnya, pemilik APAR seringkali juga kucing-kucingan dengan petugas yang akan melakukan uji kelayakan.

Mereka hanya mengeluarkan sebagian APAR- nya saat petugas datang, terkait retribusi.

“Jadi penghapusan ini lebih baik, karena mereka akan melengkapi gedungnya dengan APAR dengan jumlah yang ideal, “ kata Gatot.

Sedangkan besaran retribusi APAR, disebutkan Gatot tidak terlalu besar, berkisar antara Rp 5 ribu hingga 40 ribu per tabung sesuai jenis dan ukuran.

“Target kami di 2018 retribusinya 160 juta, dan realisasi ada di 171 juta rupiah, melebih target, tapi dengan beberapa alasan tadi lebih baik dihapus,” papar dia. (*)

Penulis: Imam Saputro
Editor: Putradi Pamungkas
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved