Pemilu 2019

125 Warga Sukoharjo yang Berada di Rutan Kelas 1A Solo Dipastikan Bisa Nyoblos pada Pemilu 2019

Sebanyak 125 warga Sukoharjo yang saat ini mendekam di rutan kelas 1A Surakarta dipastikan bisa mencoblos dalam Pemilu 2019 pada April mendatang.

125 Warga Sukoharjo yang Berada di Rutan Kelas 1A Solo Dipastikan Bisa Nyoblos pada Pemilu 2019
TribunSolo.com/Agil Tri
Ketua KPUD sukoharjo, Nuril Huda 

Laporan wartawan TribuSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Sebanyak 125 warga Sukoharjo yang saat ini mendekam di rutan kelas 1A Surakarta dipastikan bisa mencoblos dalam Pemilu 2019 pada April mendatang.

Hal ini diungkapkan Ketua KPUD Sukoharjo, Nuril Huda saat berbincang dengan TribunSolo.com dikantornya, Selasa (29/1/2019) sore.

Sebelumnya Nuril bersama tim Dispendukcapil Sukoharjo telah melakukan rekam KTP warga Sukoharjo yang ada di Rutan 1A Surakarta.

Dari data yang didapat dilapangan, Nuril menemukan beberapa kendala, seperti sudah rekam tapi belum diaktifkan NIK KTPnya, sehingga belum tercantum pada DPT.

KPU Solo Rekrut 55 Relawan Demokrasi untuk Capai Target Partisipasi Pemilih Pilpres

"Ada yang memang belum merekam E-KTP karena belum memiliki Identitas, kemarin ada 10," katanya.

Bahkan ada narapidana yang enggan merekam E-KTP karena takut identitasnya terbongkar.

"Rekam E-KTP sekarangkan menggunakan scanner, mereka takut identitasnya terbongkar, karena para napi itu kan kebanyakan menggunakan nama samaran (alias)," katanya.

"Tapi Allhamdulilah, dirutan 1A kemarin mereka bisa kooperatif."

Terkait data napi yang belum masuk DPT, Nuril mengatakan pihaknya akan mengecek dan berkoordinasi dengan Dispendukcapil.

"Kita akan koordinasi dengan Dispendukcapil, agar mereka bisa mendapat surat keterangan (Suket), sehingga bisa masuk DPT pada daftar tambahan," katanya.

Rencana KPU Umumkan Nama Caleg Mantan Koruptor: Langkah Mencegah Mantan Koruptor ke Ranah Politik

Dari data yang sudah terdaftar tersebut, akan diturunkan ke PPK dan PPS, agar mereka bisa difasilitasi untuk A5.

"Data tersebut akan kami turunkan ke PPK ataupun PPS, supaya mereka bisa menggunakan hak memilih di lapas," katanya.

Pada Senin (21/1/2019), KPUD Sukoharjo juga mengirimkan surat kepada Lapas 1A Surakarta terkait dengan permohonan petunjuk teknis untuk membuka TPS Khusus didalam lapas.

Sehingga Nuril meyakini 125 napi dari Sukoharjo bisa menggunakan Hak mereka saat Pemilu 2019 pada April mendatang. (*)

Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved