Dipanggil dengan Sebutan 'Tukang Bakar', Apa Tanggapan Menteri Susi Pudjiastuti?

Saat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dipanggil dengan sebutan Menteri Tukang Bakar.

Dipanggil dengan Sebutan 'Tukang Bakar', Apa Tanggapan Menteri Susi Pudjiastuti?
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti melakukan peregangan (stretching) diatas KRI Baracuda 814 sebelum menyaksikan peledakan kapal ilegal asing di Perairan Dempo, Tanjung Pinang, Provinsi Kepri, Selasa (2 Februari 2015). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kantor Staf Presiden menggelar diskusi media bertajuk Langkah Berani Pulihkan Lingkungan, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Hadir dalam diskusi ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, presenter Wimar Witoelar dan sosialog Imam Prasodjo.

Dalam diskusi, Imam Prasodjo didaulat sebagai moderator. Mengawali diskusi, Menteri Siti Nurbaya diminta menjabarkan langkah berani kementeriannya dalam memulihkan lingkungan. Lanjut giliran Menteri Susi Pudjiastuti yang diberi kesempatan.

Sosoknya Sempat Viral, Fika Fawzia Pamit Tak Lagi Bertugas jadi Asisten Menteri Susi Pudjiastuti

‎"Tindakan apa yang selama ini dilakukan dan koreksi apa yang dilakukan di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Kita tahu Bu Susi tukang bakar. Silakan Bu Susi untuk mempersingkat waktu," ujar Imam Prasodjo sambil berguyon, yang juga disertai tawa peserta diskusi.

"Saya bukan tukang bakar (kapal), saya Menteri KKP‎. Memusnahkan kapal itu susah, apalagi kayunya besar dan dari besi. Supaya bikin bombastis, ya harus tembak pakai dinamit. Saya dipanggil tukang bakar, tenggelamkan kapal, tidak lah. Profesi saya Menteri Kelautan," tegas Susi Pudjiastuti, disambut tepuk tangan seluruh peserta diskusi.

Menyoal penenggelaman kapal, Menteri Susi Pudjiastuti menuturkan sudah ada 488 ‎kapal yang dia tenggelamkan dengan beragam bendera seperti Vietnam, Filipina, Thailand, dan Malaysia.

‎Susi Pudjiastuti juga mengungkap dalam kurun waktu 2003-2013, mata pencarian nelayan sempat menghilang, sehingga terjadi penurunan jumlah rumah tangga nelayan dalam sensus pertanian BPS.

Masuk Daftar Bergengsi Para Pemikir Dunia, Susi Pudjiastuti: Gini-gini Pemikiran Saya Diakui

"Sebelum pemerintahan Jokowi 2014, ada sensus 2003-2013 yang menyebut jumlah rumah tangga nelayan ‎turun dari 1.600.000 tinggal 868.414. Kenapa? Ini karena ikan tidak ada, makanya mereka berhenti berprofesi sebagai nelayan. Stok ikan turun jauh," papar Susi Pudjiastuti.

Setelah menjadi menteri, Susi Pudjiastuti mengindikasi stok ikan menurun dan jumlah rumah tangga nelayan juga menurun, karena banyak kapal asing yang diperbolehkan mengambil ikan di perairan Indonesia.

"Saya kumpulin satu-satu, saya kan dulu pemain perikanan, lalu ke penerbangan. Puzzle saya kumpulkan, saya usulkan yang pertama ke Pak Jokowi amankan kedaulatan kita. Hilangnya ikan di Indonesia karena lebih dari 10 ribu kapal hilir mudik setiap hari tangkap ikan di Indonesia. Saya minta presiden kalau mau kerjakan satu-satu enggak mungkin. Saya usulkan bagaimana kita eksekusi, dimusnahkan," bebernya. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Susi Pudjiastuti Protes Dirinya Disebut Menteri Tukang Bakar Kapal
Penulis: Theresia Felisiani

Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved