Klaten Bersinar
Selamat Datang di Klaten Bersinar

Pilpres 2019

Ini Kepala Daerah di Jateng yang Tidak Diundang oleh Ganjar Pranowo saat Deklarasi Dukung Jokowi

Ganjar Pranowo membeberkan ada lima kepala daerah yang tidak turut diundang dalam deklarasi dukungan terhadap capres nomor urut 01, Jokowi.

Penulis: Asep Abdullah Rowi | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/ASEP ABDULLAH ROWI
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Warung Cemoro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Asep Abdullah Rowi

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Ganjar Pranowo membeberkan ada lima kepala daerah yang tidak turut diundang dalam deklarasi dukungan terhadap capres nomor urut 01, Jokowi.

Ganjar yang saat ini menjabat Gubernur Jateng itu menjelaskan, kelima kepada daerah itu yakni dari Kabupaten Sragen, Purworejo, Kota Salatiga dan Tegal, serta Kendal.

"Makanya Sragen tidak diundang, saya tahu diri, Sragen yang mengusung Partai Gerindra dan PKS," jelasnya saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Warung Cemoro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (14/2/2019). 

Dugaan Pelanggaran Kampanye, Ganjar Pranowo Tegaskan Sudah Terima Surat Pemanggilan dari Bawaslu

"Purworejo enggak, karena dari Partai Demokrat, terus Salatiga juga enggak kan dari itu (Gerindra)," jelas dia.

"Terus Tegal (kota) itu sama Kendal juga enggak," tuturnya menegaskan.

Dia memaparkan, deklarasi itu tidak ada hubungannya dengan Jokowi langsung, karena dilakukan secara pribadi sebagai kader atau pendukung capres nomor urut 01.

"Ora enek urusan Jokowi karo ora (enggak ada urusan sama Jokowi apa tidak)," tuturnya.

"Ncen kene pendukunge Jokowi ya piye (Ya sini pendukung Jokowi ya gimana)," ungkap dia.

Wakil Bupati Sukoharjo Penuhi Panggilan Bawaslu Sukoharjo Terkait Acara Konsolidasi Bersama Ganjar

Sebelumnya, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa dirinya sudah menerima surat pemanggilan dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Orang nomor satu di Jateng yang merupakan kader PDI-P itu mengatakan, dia akan mendatangi Bawaslu guna mengklarifikasi dugaan pelanggaran pemilu karena deklarasi dan dukungan untuk pemenangan Jokowi-Ma'ruf bersama 31 kepala daerah.

"Undangan (Bawaslu) sudah ada hari Senin 11 Februari 2019," ungkapnya saat memberikan keterangannya kepada wartawan di Warung Cemoro, Kecamatan Banjarsari, Kota Solo, Kamis (14/2/2019). 

Bahkan mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI itu melanjutkan, pihak dari Bawaslu juga menelapon dirinya untuk hadir dalam undangan klarifikasi tersebut.

Ganjar Beri Instruksi Bupati dan Wali Kota di Jateng Waspada Ancaman Teror Pembakaran Kendaraan

"Aku pengen maju og, ya ra popo klarifikasi (saya mau hadir kok, ya tidak apa-apa krarifikasi)," ungkap dia.

Namun saat disinggung apakah Ganjar kapan akan mendatangi Bawaslu, dia menghormati undangan tersebut.

"Nunggu panggilan yang mengundang, pekewuh (sungkan)," terang dia. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved