Ketua AFPI Ungkap Total Pinjaman yang Disalurkan Fintech 60 Persennya ke Sektor Produktif

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut ke depan finansial teknologi (fintech) akan lebih fokus melayani sektor produktif.

Ketua AFPI Ungkap Total Pinjaman yang Disalurkan Fintech 60 Persennya ke Sektor Produktif
TRIBUNSOLO.COM/GARUDEA PRABAWATI
Ketua Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), Kuseryansyah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Garudea Prabawati

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyebut ke depan finansial teknologi (fintech) akan lebih fokus melayani sektor produktif.

Ketua AFPI, Kuseryansyah, berujar dorongan tersebut sesuai arahan pemerintah.

"Memang selama ini sektor yang memanfaatkan fintech terbagi menjadi tiga yakni sektor produktif, sektor multiguna,dan sektor syariah," tuturnya kepada TribunSolo.com, Senin (11/3/2019).

Dan selama ini yang paling banyak memanfaatkan adalah sektor produktif.

Pemkot Solo Peringatkan Warga yang Tak Kunjung Huni Rusunawa MBR Blok B Mojosongo Jebres

"Untuk sektor produktif ini jenisnya cukup banyak sesuai dengan sektor usaha yang ada di Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), satu di antaranya yakni sektor kelautan," jelas dia.

Yang dipasar adalah sektor usaha dengan Suez pinjaman di bawah Rp 2 miliar, sementara kalau di atas Rp 2 miliar sudah menjadi ranah perbankan.

Sementara berdasarkan data AFPI, total pinjaman yang sudah dikucurkan melalui fintech sampai dengan 2018 secara nasional sebesar Rp 22,78 triliun.

Dari angka tersebut, 60 persennya untuk sektor produktif.

AFPI Sebut Ada Pedoman Perilaku Demi Menjaga Kualitas Fintech

Sementara untuk lebih melindungi para pelanggan atau masyarakat yang memanfaatkan fintech, AFPI mendorong para fintech yang sudah terdaftar di OJK untuk mengikuti kaidah pedoman perilaku.

Pedoman perilaku ini di antaranya adalah komitmen para platform peer to peer (p2p) lending untuk terus transparan, baik akan produknya, bunga, yang ditetapkan biaya yang dibebankan.

"Serta transparan terkait resiko kredit dari platform fintech tersebut," tutupnya. (*)

Penulis: Garudea Prabawati
Editor: Hanang Yuwono
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved