20 Persen Badan Usaha di Soloraya Nunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan, Nilainya Sampai Miliaran

Setiap badan usaha, yang makro, sedang, maupun mikro, wajib mendaftarkan tenaga kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

20 Persen Badan Usaha di Soloraya Nunggak Bayar BPJS Ketenagakerjaan, Nilainya Sampai Miliaran
TribunSolo.com/Agil Tri
Kepala Bidang kepesertaan dan program khusus, BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Rafik Ahmad saat ditemui TribunSolo.com, di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Agil Tri

TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Setiap badan usaha, yang makro, sedang, maupun mikro, wajib mendaftarkan tenaga kerjanya kepada BPJS Ketenagakerjaan.

Karyawan berhak mendapatkan perlindungan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan.

Beberapa badan usaha di Soloraya sudah berpartisipasi mendaftarkan karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan.

Tidak sedikit pula dari mereka yang menunggak pembayaran ke BPJS Ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan Solo Ingin Ubah Mindset Masyarakat: BPJS adalah Kebutuhan

Kepala Bidang kepesertaan dan program khusus, BPJS Ketenagakerjaan Surakarta, Rafik Ahmad mengatakan, di Soloraya sekitar 20 persen badan usaha yang menunggak pembayaran BPJS Ketenagakerjaan.

"Menunggak sekitar 20 persen, ada yang badan usaha besar dan menengah, tapi paling banyak yang badan usaha menengah yang memiliki jumlah karyawan ratusan," katanya saat di temui di di Gedung Gelar Pusat Promosi Potensi Daerah (GPPPD), Kamis (4/4/2019).

Dia menambahkan nilai dari tunggakan itu mencapai miliaran rupiah.

Dia menambahkan, keikutsertaan badan usaha dan pekerjaan di wilayah Soloraya baru 26 persen kecuali Klaten dan Boyolali.

"Tahun 2019 ini Badan usaha di Surakarta yang sudah mendaftar sebanyak 450 badan usaha, kalau yang sudah diinput ada sekitar 4.400-an," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Agil Tri
Editor: Fachri Sakti Nugroho
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved