Buang Sampah di Sungai Bisa Bikin Air PDAM Rumah Anda Macet, Ini Penjelasannya

Sekali membersihkan, rata-rata ada 10 kg sampah yang terangkat.

Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/BAYU ARDI ISNANTO
Petugas membersihkan sampah di Instalasi Pengolahan Air, di Jurug, Jebres, Solo, Jawa Tengah. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Surakarta mendukung kebijakan tentang larangan membuang sampah di sungai.

Pasalnya, sumber air PDAM berasal dari air sungai, selain dari sumur dalam.

Sampah yang mengalir di sungai dapat menyumbat intake (tempat air masuk dari sungai menuju pengolahan air).

Menurut Kepala Bidang Produksi PDAM, Joel Hartono, sampah harus segera dibersihkan agar tidak merusak intake, juga bagian dalam mesin pengolah.

"Kalau keburu ngejam bisa terbakar komponennya," kata Joel di kantor PDAM Solo, Jl Adi Sucipto, Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Rabu (13/4/2016).

Dalam satu hari, petugas di Instalasi Pengolahan Air (IPA) bisa membersihkan sampah yang menyangkut dua hingga tiga kali.

Sekali membersihkan, rata-rata ada 10 kg sampah yang terangkat.

"Kebanyakan sampah plastik, bahkan ada handuk juga," katanya.

Jika mesin di IPA rusak, otomatis PDAM tidak dapat mengalirkan air bersih ke rumah-rumah warga.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved