Kisah Hidup Tokoh Legendaris
Kisah dr Oen, Dokter Dermawan yang Kepergiannya Diiringi Ribuan Warga di Pinggir Jalan Solo
Berdirinya dua rumah sakit ini tak lepas dari kiprah dr. Oen Boen Ing yang awalnya bergabung dengan poliklinik kesehatan Tsi Sheng Yuan.
Penulis: Tribun Network | Editor: Hanang Yuwono
Ringkasan Berita:
- dr Oen Boen Ing adalah tokoh medis Solo yang dikenal atas pengabdian kemanusiaan tanpa membeda-bedakan pasien, bahkan banyak melayani secara sukarela.
- Ia berperan mengembangkan layanan kesehatan Tsi Sheng Yuan yang menjadi cikal bakal RS dr Oen Solo dan RS dr Oen Sukoharjo.
- Namanya diabadikan jadi rumah sakit setelah wafat 1982 sebagai penghormatan atas dedikasi di dunia kesehatan Indonesia.
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Nama dr Oen mungkin tidak asing bagi warga Solo Raya, teruma di Sukoharjo dan Solo, Jawa Tengah.
Sebab di Solo dan Sukoharjo memang memiliki dua rumah sakit bernama Rumah Sakit dr.Oen.
RS dr. Oen pertama berlokasi di Jalan Brigjend Katamso No.55, Tegalharjo, Jebres, Solo, Jawa Tengah.
Baca juga: Asal-usul Nama Tawangmangu Karanganyar, Ada Legenda Raden Mas Said Termangu Memandang Gunung Lawu
Lalu, dibangun rumah sakit dengan nama sama di Sukoharjo, yang berlokasi di Jalan Bahu Dlopo, Dusun II, Gedangan, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo.
Berdirinya dua rumah sakit ini tak lepas dari kiprah dr. Oen Boen Ing yang awalnya bergabung dengan poliklinik kesehatan Tsi Sheng Yuan.
Pada tanggal 30 Oktober 1982, dr. Oen Boen Ing meninggal dunia.
Untuk mengenang jasa dan pengabdiannya, maka mulai 3 Maret 1983 (sesuai dengan tanggal kelahirannya 3 Maret 1903) namanya diabadikan menjadi nama RS dr. Oen.
Kisah Hidup dr. Oen Boen Ing
Nama Dr. Oen Boen Ing telah melekat dalam sejarah pelayanan kesehatan di Kota Solo, tidak hanya sebagai seorang dokter, tetapi sebagai simbol ketulusan dan pengabdian kepada sesama.
Lahir dari keluarga pedagang tembakau yang makmur pada 3 Maret 1903, Oen Boen Ing mewarisi semangat kemanusiaan dari kakeknya, seorang sinshe (tabib tradisional Tionghoa) yang gemar menolong orang.
Semangat itulah yang menjadi fondasi cita-cita dan jalan hidupnya.
Baca juga: 10 Jemaah Calon Haji Embarkasi Solo Tertinggal, Sakit Jelang Penerbangan
Sejak remaja, Oen Boen Ing telah memutuskan untuk menjadi dokter, meskipun cita-cita ini mendapat tentangan keras dari keluarganya.
Mereka khawatir, menjadi dokter berarti menjadi kaya di atas penderitaan orang sakit.
Namun, semangat Oen tidak padam. Ia tetap melanjutkan keinginannya dengan mendaftarkan diri di School tot Opleiding van Inlandsche Arsten (STOVIA) di Batavia dan lulus pada tahun 1932.
Merintis Poliklinik Tsi Sheng Yuan
Dedikasi Dr. Oen terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat kecil terlihat nyata saat ia mulai aktif di Poliklinik Tsi Sheng Yuan pada tahun 1935.
| Kisah Ki Ageng Pamanahan Pendiri Wangsa Mataram Islam dan Cikal Bakal Kawasan Manahan di Solo |
|
|---|
| Kisah Hidup Ki Ageng Henis : Leluhur Raja Mataram dan Pelopor Batik Laweyan Solo |
|
|---|
| Kisah Hidup Basuki Rahmat, Pahlawan Nasional yang Diabadikan jadi Nama Jalan di Solo |
|
|---|
| Kisah Adisoemarmo Wirjokusumo, Pahlawan Nasional yang Diabadikan jadi Nama Bandara di Boyolali |
|
|---|
| Kisah Hidup Ir Sutami 'Menteri Termiskin' dalam Sejarah RI yang Diabadikan jadi Nama Jalan di Solo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/Foto-Oen-Boen-Ing-atau-Dr-Oen.jpg)