Warga Demak Gegerkan Temuan Arca Dewi Durga Peninggalan Kerajaan Majapahit

Warga Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan sebuah arca.

Tayang:
Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Tribun Jateng/Puthut Dwi Putranto
Arca Dewi Durga 

TRIBUNSOLO.COM - Warga Desa Pidodo, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, Jawa Tengah digegerkan dengan penemuan sebuah arca.

Arca dewa ini diduga merupakan peninggalan jaman kerajaan Majapahit, Rabu (20/04/2016).

Bongkahan batu candi berbentuk Dewi Durga bertangan delapan dengan menginjak kerbau itu ditemukan terpendam di dalam tanah, kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) setempat.

Tokoh masyarakat Desa Pidodo, Sumiran (65), menuturkan, warga desanya menemukan arca saat sedang melakukan penggalian makam.

Saat itulah mata cangkul seorang dari mereka membentur bagian arca.

"Setelah diamati ternyata arca, lalu kami melaporkan kepada pihak desa dan Polsek setempat, "kata Sumiran saat ditemui Tribun.

Juru Kunci TPU Desa Widodo, Suhardi, menjelaskan, berdasarkan kepercayaan masyarakat Desa Pidodo, bongkahan batu yang ditemukan tersebut merupakan arca perwujudan dewi durga peninggalan jaman kerajaan Majapahit.

"Nenek moyang kami percaya jika di desa kami banyak terpendam bukti peninggalan kerajaan Majapahit," kata Suhardi.

"Ternyata benar, kami menemukan arca tersebut."

"Dahulu juga pernah ditemukan arca-arca semacam ini, tapi karena tak terawat, ya hilang begitu saja dicuri orang," tambahnya.

Suhardi juga menambahkan, Tim arkeolog yang pernah datang ke lokasi tersebut juga memastikan, arca-arca yang ditemukan merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit.

Menurut Suhardi, arca peninggalan jaman kerajaan-kerajaan bercorak Hindu-Budha di Nusantara tidak hanya menampilkan keindahan semata.

Arca-arca tersebut banyak memiliki makna yang berkaitan dengan sejarah, legenda, mitologi, dan unsur religius yang terkandung di balik keindahannya itu sendiri.

"Seperti yang ditemukan ini adalah Arca Durgamahasisuramardhini, nama sakti atau istri Dewa Siwa, Mahisa adalah kerbau, Asura berarti raksasa, sedang Mardhini berarti menghancurkan atau membunuh," terang Suhardi yang aktif mempelajari benda-benda peninggalan jamn kerajaan ini. 

"Jadi, Durgamahasisuramardhini berarti Dewi Durga yang sedang membunuh raksasa yang ada di dalam tubuh seekor kerbau," tambahnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved