Butuh Proses untuk Membuat Anggota Solo Last Friday Ride Teratur

Para relawan SLFR mengklaim, gerakan SLFR sudah membaik dalam beberapa bulan terakhir.

Tayang:
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Hanang Yuwono
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Bima Yudhyarto, relawan SLFR, Jalan Slamet Riyadi Surakarta, Minggu (24/4/2016). 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Relawan gerakan bersepeda massal tiap Jumat malam di akhir bulan, Solo Last Friday Ride (SLFR) meminta masyarakat bersabar atas keluhan mengenai kegiatan SLFR di jalan raya.

"Semua butuh proses, nggak bisa langsung instan semua bisa (teratur), namanya juga anggotanya nggak cuma satu orang, tapi ribuan," kata relawan SLFR dari komunitas sepeda fixie di Solo, Bima Yudhyarto, Minggu (24/4/2016).

Sebelumnya, Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan bahwa dirinya kerap mendapat keluhan mengenai kegiatan SLFR yang mengganggu kenyamanan pengguna jalan raya.

Para relawan SLFR mengklaim, gerakan SLFR sudah membaik dalam beberapa bulan terakhir.

"Udah beberapa bulan terakhir kita atur, di persimpangan lampu merah sudah mulai tertib," lanjut Bima usai acara peresmian lokasi khusus komunitas sepeda di car free day Jl Slamet Riyadi, Surakarta, Jawa Tengah.

Para relawan bertugas membantu petugas dinas perhubungan dan kepolisian mengatur kegiatan SLFR, baik statis di persimpangan maupun bergerak mengikuti rute SLFR.

Para relawan mengaku hanya bisa menghimbau para peserta SLFR melalui media sosial.

"Itu kan bukan komunitas, lebih ke gerakan, kalau sosialisasi ke anggota hanya lewat Facebook," lanjutnya.

Adapun SLFR merupakan gerakan bersepeda massal mengelilingi Kota Solo pada Jumat malam tiap akhir bulan.

Pesertanya tidak hanya dari komunitas sepeda, namun terbuka untuk umum, siapapun dapat mengikuti kegiatan tersebut.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved