Kader PSI

Alasan Kader PDIP Pindah ke PSI di Jateng, Disebut Terdampak Sistem Komandante

Para kader PDIP, termasuk yang di Solo Raya bermigrasi ke PSI. Ini disebut karena kecewa dengan sistem komandante.

Tayang:
TribunSolo.com/ Zharfan Muhana
BICARA KADER - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Jateng, Antonius Yogo Prabowo saat ditemui di Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Rabu (9/7/2025) lalu. DIa menyebut alasan kader PDIP pindah ke PSI salah satunya karena sistem komandante. 

Ringkasan Berita:
  • Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo menyebut sistem komandante PDIP pada Pemilu 2024 menjadi salah satu alasan banyak kader pindah ke PSI
  • Antonius mengatakan kader PDI Perjuangan menjadi yang paling banyak bergabung ke PSI Jawa Tengah dalam beberapa waktu terakhir. 
  • PSI juga menerima tokoh politik eks PDIP seperti Yuni Sulistyo dan Umi Wijayanti. Keduanya diketahui sempat menggugat karena gagal dilantik meski meraih suara tinggi pada Pemilu Legislatif 2024.

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Ahmad Syarifudin

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Sistem komandante yang diterapkan PDIP pada Pemilu 2024 lalu disebut menjadi alasan atau biang perpindahan kader mereka ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Ini diungkapkan Ketua DPW PSI Jawa Tengah Antonius Yogo Prabowo.

Dia mengungkapkan ada mantan bupati yang disebut segera bergabung dengan partai berlambang gajah tersebut.

Bahkan, komunikasi dengan tokoh tersebut diklaim sudah mengerucut dan berpotensi masuk dalam struktur partai.

“Secara nominal harus ngomong iya dari PDI paling banyak. Partai lain juga banyak. Ada mantan bupati yang sudah pembicaraan. Ngklik kami kunci dan mungkin juga masuk struktur. Masih puluhan di dua digit,” jelas Antonius, ditemui Selasa (12/5/2026).

Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya perpindahan kader dari sejumlah partai politik ke PSI Jawa Tengah.

Antonius menyebut kader PDI Perjuangan menjadi yang paling banyak bergabung dalam beberapa waktu terakhir.

Selain mantan kepala daerah, PSI juga telah menerima sejumlah tokoh politik dari PDIP.

Di antaranya Yuni Sulistyo dan Umi Wijayanti yang sebelumnya dikenal sebagai kader senior di daerah masing-masing.

Menurut Antonius, keduanya memilih bergabung ke PSI setelah gagal dilantik meski memperoleh suara tinggi dalam Pemilu Legislatif lalu.

“Tokoh-tokoh yang kemarin saudara tua dari Jepara, Yuni, salah satu tokoh senior dua kali anggota DPRD Kabupaten Jepara dari PDI. Harusnya periode ini dilantik karena satu dan lain hal belum dilantik. Ada juga Mbak Umi, suara by name gede tapi kemarin belum bisa terlantik. Mbak Umi sudah di PSI, ada di Bendahara DPD PSI Klaten,” ungkapnya.

Yuni Sulistyo dan Umi Wijayanti diketahui sempat melakukan langkah hukum karena tidak dilantik meski meraih suara terbanyak di daerah pemilihannya.

Ilustrasi Bendera Partai PDIP
ILUSTRASI. Bendera Partai PDIP. Kader mereka disebut banyak pindah ke PSI karena sistem Komandante. (TribunSolo.com / Adi Surya)

Terdampak Sistem Komandante

Keduanya disebut terdampak sistem Komandante yang diterapkan PDIP Jawa Tengah.

Masuknya sejumlah tokoh politik dinilai menjadi bagian dari strategi PSI memperkuat kekuatan politik di Jawa Tengah menjelang Pemilu mendatang.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved