Wah, Sepatu High Heels Jadi Cerminan Negara Sejahtera
Amerika Serikat yang memiliki sejumlah besar negara bagian dengan tingkat perekonomian menengah ke atas, mengadopsi preferensi lingkungan sosial
TRIBUNSOLO.COM - Siapa yang menyangka bahwa ukuran tumit sepatu wanita bisa menjadi refleksi kesejahteraan perekonomian suatu negara.
Bagaimana mungkin?
Amerika Serikat yang memiliki sejumlah besar negara bagian dengan tingkat perekonomian menengah ke atas, mengadopsi preferensi lingkungan sosial pada tren mode paling anyar.
Sementara itu, negara bagian yang memiliki tingkat perekonomian rendah, tidak peduli pada tren mode yang berlaku.
Malah cenderung ketinggalan zaman.
Demikianlah kesimpulan dari studi Tepper School of Business yang dirilis beberapa waktu lalu.
Studi menunjukkan bahwa tinggi tumit sepatu wanita, mengidentifikasikan selera mode seorang wanita.
Apakah berani dalam mencetak tren atau pasif mengikuti tren.
Ternyata, hal-hal tersebut berpengaruh pada suhu perekonomian suatu negara atau kota.
Sepatu tumit tinggi adalah cerminan seorang wanita yang menyukai koleksi mahal dan mewah.
Standar serupa juga berlaku pada aspek kehidupan lainnya.
Praktis, segala hal yang memiliki nilai jual tinggi tentu membutuhkan daya beli yang kuat.
Ilustrasi tersebut menjadi acuan utama dari studi yang dipimpin oleh asisten profesor, Jeff Gala, dan rekan-rekan.
Hasil studi dirangkum dalam sebuah karya tulis bertajuk, Trickle-down preferences: Preferential Conformity to High Status Peers in Fashion Choices.
“Mempelajari tinggu tumit sepatu memang pendekatan yang janggal dalam memahami kondisi sosial, tetapi sebenarnya, ini adalah aturan yang ideal,” jelas Galak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/sepatu-hak-tinggi-high-heels_20160508_203343.jpg)