Dinas Pasar Solo Siapkan Solusi Penataan PKL Jalan Gatot Subroto
Sebanyak 60 PKL dari Jl Gatot Subroto dan kawasan Coyudan, akan dipindah sesuai jenis dagangan mereka.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Junianto Setyadi
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota Surakarta akan menyeterilkan sepanjang kawasan bisnis Jl Gatot Subroto (utara Singosaren, Red) dari para pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Dinas Pengelolaan Pasar (DPP) Surakarta, Subagiyo, mengaku telah mempunyai alternatif solusi penataan PKL Gatot Subroto, Serengan, Solo.
Sebanyak 60 PKL dari Jl Gatot Subroto dan kawasan Coyudan, akan dipindah sesuai jenis dagangan mereka.
"Yang (selama ini) jual tikar (di Coyudan) nanti bisa dipindah di Pasar Kadipolo, yang jual buah bisa (dipindahkan) ke Pasar Gede, kan di sana ada temannya," kata Subagiyo, Jumat (20/5/2016).
Sedangkan pedagang angkringan atau wedangan kemungkinan akan dipindah ke Pasar Kembang atau Pasar Kadipolo.
Subagiyo menjelaskan, Pasar Kembang bisa menampung empat pedagang, Pasar Kadipolo lima pedagang, Pasar Penumping 21 pedagang, Pasar Kliwon 20 pedagang, kemudian sisanya akan ditempatkan di Pasar Gede dan Pasar Rejosari.
"Kami akan segera melakukan komunikasi lagi, soalnya pada akhir Mei proyek Gatot Subroto sudah mulai digarap," tutupnya.
Adapun beberapa proyek yang akan dikerjakan di Jl Gatot Subroto adalah pembenahan drainase, pelebaran jalan, perbaikan pedestrian, dan penataan kabel listrik maupun telepon yang dipindah ke dalam tanah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/jalan-singosaren-jln-gatot-subroto_20160520_144627.jpg)