Rektor IKIP PGRI Madiun Yakin Madiun Butuh Bandara Komersial

Tidak setiap saat ada kereta api menuju Solo ataupun Surabaya.

Penulis: Junianto Setyadi | Editor: Junianto Setyadi
DOKUMENTASI TRIBUNSOLO.COM
Rektor IKIP PGRI Madiun, Jatim, Dr H Parji MPd. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Junianto Setyadi

TRIBUNSOLO.COM, MADIUN - Sudah saatnya wilayah Madiun, Jatim, dan sekitarnya memiliki bandara komersial untuk mengatasi lambatnya pertumbuhan ekonomi.

Selama ini wilayah Madiun dan sekitaranya sangat tergantung pada bandara Juanda di Surabaya, Jatim, dan Bandara Adi Sumarmo di Solo, Jateng.

Dengan memiliki bandara sendiri, dipastikan ekonomi wilayah Madiun dan sekitarnya akan bertumbuh dengan cepat karena para calon investor bakal lebih mudah mencapai destinasi investasi.

Demikian ditegaskan oleh Rektor IKIP PGRI Madiun, Dr H Parji MPd, kepada jurnalis di Madiun, Senin (13/6/2016).

“Wilayah Madiun dan sekitarnya berada pada posisi pertengahan antara Solo – Madiun – Surabaya dengan jarak tempuh menggunakan mobil dan kereta api hampir sama," katanya, dalam rilis media yang dikirimkan ke TribunSolo.com.

"Di Madiun ada Bandara Iswahyudi, namun itu digunakan untuk kepentingan militer,” ujar Parji.

Menurut Parji, bandara komersial di Madiun itu jika ada nanti, akan mengembangkan daerah Pacitan, Magetan, Ngawi, Tulung Agung, Trenggalek, Ponorogo dan Nganjuk.

Dalam konteks ini, keterlambatan pertumbuhan ekonomi dan juga hambatan interaksi sosial dengan kota besar lain akan terselesaikan.

Wilayah-wilayah tersebut, menurut Parji, tidak berbeda satu sama lain pada saat ini, dalam pertumbuhan ekonominya.

Dia menjelaskan,  dengan perbaikan sistem perkeretapian, jarak tempuh dari Madiun ke Solo atau ke Surabaya memang lebih cepat.

Tetapi, tidak setiap saat ada kereta api menuju Solo ataupun Surabaya.

Sebagai kota penghubung, Madiun memiliki potensi ekonomi yang cukup strategis.

“Ke Solo saat ini dari Madiun dapat ditempuh dalam waktu 1,5 jam–2 jam," ucap Panji.

"Namun kereta api jurusan Madiun-Solo, atau Madiun Surabaya, tidak setiap saat ada, misalnya setiap jam sekali," katanya.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved