Breaking News:

Puing EgyptAir yang Hilang Bulan Lalu Kembali Ditemukan di Laut Mediterania

Sejauh ini juga belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
HO/AFP EGYPTIAN DEFENCE MINISTRY/AFP
Sebuah kapal AL Mesir terlibat dalam operasi pencarian pesawat EgyptAir di Laut Tengah. 

TRIBUNSOLO.COM - Para pejabat Mesir, Rabu (15/6/2016), mengatakan, tim pencari EgyptAir yang hilang bulan lalu, telah menemukan ‘beberapa lokasi utama bangkai’ pesawat.

Pesawat EgyptAir MS804 yang mengangkut 56 penumpang dan 10 awak, dalam penerbangan dari Paris, Perancis ke Kairo, Mesir, jatuh di Laut Mediterania pada 19 Mei.

Menurut komite penyelidik kecelakaan dalam sebuah pernyataan, sebuah kapal yang disewa pemerintah Mesir untuk bergabung dengan upaya pencarian telah ‘mengidentifikasi beberapa lokasi utama dari puing-puing’ dari Airbus A320 itu.

“Disampaikan bawah gambar pertama dari puing-puing tersebut telah diberikan kepada komite penyelidik,” katanya.

Belum diketahui apa penyebab pesawat hilang dari radar dan jatuh ke Laut Mediterania.

Sejauh ini juga belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas jatuhnya pesawat itu.

Pesan otomatis yang dikirim dalam beberapa menit sebelum pesawat itu menghilang dari radar menunjukkan beberapa masalah, yakni terkait jendela kokpit, autopilot, sistem kontrol penerbangan, dan asap di pesawat.

Menurut komite penyelidik kecelakaan, tim pencari dan para peneliti akan menyusun peta dengan titik-titik sebaran puing berdasarkan lokasinya.

Awal bulan ini, sebuah perusahaan Perancis mengatakan, kapal pencari khusus bawah laut telah menangkap sinyal dari kotak hitam EgyptAir 804 di Laut Mediterania.

Perekam data penerbangan yang hilang jika berhasil ditemukan dapat membuka informasi penting bagi para para ahli untuk mengetahui penyebab pesawat jatuh.

Kementerian Transportasi Mesir awalnya yakini bahwa aksi terorisme adalah penjelasan yang lebih mungkin sebagai penyebab kecelakaan ketimbang akibat masalah teknis pesawat.

Tim forensik Mesir kemudian juga mengatakan, sisa jasad penumpang yang berasal dari pesawat EgyptAir yang jatuh mengindikasikan telah terjadi ledakan di dalam pesawat itu.

Namun, jejak bahan peledak belum ditemukan.

"Ukuran sisa jasad manusia ini mengarahkan dugaan terhadap terjadinya sebuah ledakan, sisa jasad terbesar yang ditemukan hanya berukuran sebesar telapak tangan," ujar tim forensik Mesir. (*)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved