Seram! Ternyata Ini Fakta di Balik Tradisi Tiup Lilin Saat Ulang Tahun
Tradisi meniup lilin saat ulang tahun ternyata memiliki sejarah dan fakta yang menyeramkan.
Penulis: Galuh Palupi Swastyastu | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Galuh Palupi Swastyastu
TRIBUNSOLO.COM - Kebiasaan meniup lilin saat ulang tahun memang sudah ada sejak dulu.
Tapi ternyata tradisi ini tidak serta merta ada begitu saja.
Tradisi meniup lilin saat ulang tahun ternyata memiliki sejarah dan fakta yang menyeramkan.
Lalu seperti apa ya sejarah dan faktanya?
Berikut TribunSolo.com akan mengulasnya.
1. Awal mula
Awal mula tradisi ini adalah ketika orang-orang Romawi kuno mulai membuat kue ulang tahun yang berbentuk bulat.
Kue tersebut terbuat dari tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu.
Pada masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak.
Pada masa itu, sekitar abad ke 17, bentuk kue yang ada kira-kira sama dengan bentuk kue sekarang.
Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja.
Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat.
2. Kapan tradisi tiup lilin dimulai?
Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/lilin-ultah_20160705_133714.jpg)