Pikachu Ternyata Bukan Hanya Tokoh Rekaan, Begini Penampakan Aslinya

Game Pokemon Go yang akhir-akhir ini sedang merebak mengingatkan kita kembali pada tokoh kartun bernama Pikachu.

Penulis: Galuh Palupi Swastyastu | Editor: Daryono

Pakar biologi meyakini hanya ada 2.000 Ili Pika yang hidup pada awal 1990-an.

Namun jumlah itu sudah jauh berkurang karena hilangnya habitat, meningkatnya populasi manusia, dan aktivitas mereka di alam liar.

Belum lagi, ancaman lain seperti global warming juga terjadi.

Kelucuan hewan tersebut mendadak kondang setelah National Geographic menampilkan foto-fotonya.

Potret binatang itu sontak beredar di internet.

Ili Pika sejatinya sudah dikenal lebih dari 30 tahun oleh Li Weidong, 60.

Pensiunan konservasionis itu melakukan misinya untuk mendokumentasikan dan melindungi binatang yang terancam punah.

Dengan jumlah kurang dari 1.000 ekor, populasi mereka lebih langka dari panda.

Setelah tiga tahun penelitian, Li dan timnya menamai makhluk kecil itu dengan sebutan Ili Pika, sesuai dengan nama tempat di mana hewan itu ditemukan, yaitu Distrik Ili di ujung barat Provinsi Xinjiang, Cina.

Selain di Cina, populasi pika juga ditemukan di pegunungan Amerika bagian Utara.

Badan Pelayanan Ikan dan Hewan Liar Amerika Serikat (The U.S. Fish and Wildlife Service) mempertimbangkan agar kelinci pika dimasukkan dalam daftar hewan yang dilindungi agar jumlahnya tidak semakin berkurang dan tidak punah.

Para ahli lingkungan menjelaskan, kelinci Pika hanya bisa hidup di cuaca dingin.

Tetapi karena terjadi pemanasan global, tempat tinggal kelinci Pika yang berada di pegunungan semakin hari semakin panas.

Oleh karena itu, banyak kelinci yang pindah, mencari tempat yang lebih dingin.

Tetapi ada juga yang tidak kuat dan mati.

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved