Keraton Surakarta Beri Gelar Bangsawan pada 7 Warga China dan Jepang

"Melanjutkan tradisi beliau (PB XII) dengan menampung aspirasi masyarakat untuk belajar budaya Jawa," terang Gusti Moeng.

Tayang:
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Plt PB XIII, KGPH Puger (kanan),  menyematkan tanda bangsawan kepada warga China, Keraton Surakarta, Sabtu (20/8/2016) malam. 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Keraton Surakarta memberikan gelar bangsawan kepada tujuh warga China dan Jepang, Sabtu (20/8/2016) malam.

Acara yang digelar di Sasana Ondrowino ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Wandansari atau yang akrab disapa Gusti Moeng, mengatakan, pemberian gelar bangsawan merupakan kelanjutan tradisi yang telah dikehendaki Pakubuwono XII sejak dulu.

"Melanjutkan tradisi beliau (PB XII) dengan menampung aspirasi masyarakat untuk belajar budaya Jawa," terang Gusti Moeng.

Sementara itu, tujuh warga China dan Jepang diberikan gelar bangsawan dalam prosesi yang khidmat.

Plt Pakubuwono XIII, Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Puger, turut menyematkan tanda bangsawan keraton dan bersalaman dengan tujuh warga asing.

Pemberian gelar tersebut selain atas dasar budaya, juga menjalin kerjasama ekonomi antara kedua pihak.

Kerjasama yang akan terjalin adalah kerjasama dalam perusahaan keuangan dan produk kosmetik.

Acara ditutup dengan penampilan grup tari yang membawakan tari  Srimpi Ludiro Madu yang diciptakan Pakubuwono V pada 1914 untuk mengenang sosok ibu. (*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved