Meski Hasil Penelitian Mengandung Timbal, Penjualan Sapi di TPA Putri Cempo Solo Masih Berlangsung
Transaksi penjualan sapi masih berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Solo.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Transaksi penjualan sapi masih berlangsung di Tempat Pembuangan Akhir Putri Cempo, Mojosongo, Solo.
Ditemui TribunSolo.com pada Kamis (8/9/2016) sekitar pukul 11.00 WIB, penggembala sapi di TPA Putri Cempo, Suparno, mengaku jual beli sapi di kawasan tersebut sudah biasa.
"Sudah puluhan tahun transaksi penjualan di sini (TPA) berlangsung," kata Suparno.
Pembeli datang langsung memilih sapi yang ada di TPA.
Sapi yang dijual tergantung ukuran.
Sapi besar atau dewasa sekitar Rp 15 juta ke atas.
Sapi kurus sekitar Rp 15 juta ke bawah.
Dikatakan Suparno, banyak penggembala sapi di Putri Cempo sekaligus menjual sapi.
Penggembala sapi adalah warga sekitar TPA, daerah Jatirejo dan Randusari.
Menjelang Idul Adha, diakui Suparno, penjualan sapi menurun.
Hal tersebut dikarenakan hasil penelitian Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta beberapa tahun lalu terdapat daging sapi yang mengandung timbal.
"Pemkot (Surakarta) meneliti sapi mati dari TPA, harusnya sapi sehat yang diteliti," katanya.
Suparno berharap, selanjutnya penelitian terhadap sapi sehat di Putri Cempo diadakan lagi.
"Agar penjualan sapi di Putri Cempo kembali meningkat seperti sedia kala," harap pengembala sekaligus pemulung di Putri Cempo ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tampak-sapi-sapi-di-tpa-putri-cempo-mojosongo_20160908_172407.jpg)