Joyokusuman Cultural Center Solo Dilengkapi Sarana Belajar Arsitektur Jawa
Beberapa hal yang dapat dipelajari ialah macam-macam bangunan Jawa, simbol-simbol, dan makna yang ada dalam bangunan Jawa.
Penulis: Bayu Ardi Isnanto | Editor: Noorchasanah Anastasia Wulandari
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Bayu Ardi Isnanto
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Joyokusuman Cultural Center (JCC) yang akan dibangun di Ndalem Joyokusuman, dilengkapi dengan sarana pembelajaran arsitektur Jawa.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta akan memfungsikan salah satu bangunan untuk Gedung Studi Arsitektur Jawa.
Kabid Pelestarian Kawasan dan Bangunan Cagar Budaya Dinas Tata Ruang Kota (DTRK) Surakarta, Mufti Raharjo mengatakan bahwa gedung tersebut penting untuk dibangun.
"Arsitektur Jawa harus diedukasikan kepada publik agar pengetahuan ini tidam hilang," ungkap Mufti, Selasa (15/11/2016).
Beberapa hal yang dapat dipelajari ialah macam-macam bangunan Jawa, simbol-simbol, dan makna yang ada dalam bangunan Jawa.
"Bagaimana itu joglo, limasan, gedang selirang, kenapa dinamakan pringgitan, kenapa pendopo, di situ ada semua," lanjut dia.
"Dari situlah kita membangun peradaban," ujar Mufti.
Adapun pembangunan JCC membutuhkan biaya Rp 30 miliar.
Rp 22,5 miliar di antaranya akan digunakan untuk revitalisasi Ndalem Joyokusuman.
Sedangkan sisanya untuk membangun koridor atau jalan masuk dari Gapura Gajahan di Jl Veteran menuju Ndalem Joyokusuman. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/desain-gedung-teater-joyokusuman-cultural-center_20161116_095609.jpg)