Guru Besar Leiden University Netherlands Bahas Komunikasi dan Budaya di FISIP UNS Solo
Salah satu contohnya didalam konteks perbendaharaan cerita dalam Kisah Dewa Ruci, dimana Bima dikirim oleh gurunya, Durna untuk mencari suatu benda.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Being media with Indonesia, makna yang dapat telusuri ketika bagaimana komunikasi dan budaya seperti budaya Jawa, merupakan bentuk kekayaan kearifan lokal dapat digali secara lebih mendalam untuk dibahas secara keilmuan.
Demikian bahasan kuliah pakar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sebelas Maret (FISIP UNS) Solo, di ruang Seminar Fakultas Fisip UNS Solo, Selasa (10/01/2017).
Kuliah Pakar mengangkat tema, Javanese Communication and Culture, A Search of Understanding ini disampaikan oleh Ben Arps, peneliti dari Leiden University Netherlands.
“Bahasa merupakan gejala kultural dari komunikasi,dan sastra adalah sebagai suatu media kultural yang nyata dan seni pertunjukan seperti halnya wayang merupakan hasil budaya yang paling indah,” kata Ben.
Pencarian kepada sesuatu didalam sastra menurut Ben, terletak kepada sesuatu yang samar samar, namun sifatnya akan diketahui kemudian setelah ditemukan.
Salah satu contohnya didalam konteks perbendaharaan cerita dalam Kisah Dewa Ruci, dimana Bima dikirim oleh gurunya, Durna untuk mencari suatu benda.
Ketika dalam perjalananannya utnuk mencari, terdapat banyak tantangan, sampai pada akhirnya masuk ke samudra dan bertemu dengan naga, dan setelah naga dikalahkan, Bima bertemu dengan sosok Dewa Ruci, yang masuk melalui telinganya dan membisikan ajaran-ajaran yang baik.
Dewa Ruci diluar Jawa seperti di luar negeri, ceritanya diolah kembali melalui perbedaan pemahaman spiritualitas ditempat yang lain.
Sementara itu dikesempatan yang sama Ketua Program Studi Prahastiwi Utari MSi PhD, memberikan ulasan bahwasanya media merupakan suatu peristiwa budaya, banyak pendekatan teoritis komunikasi yang dapat memunculkan kekayaan budaya di Indonesia.
Diakhir kuliah, Guru Besar Komunikasi FISIP UNS, Prof. Drs. H. Pawito, Ph.D., mengungkapkan agar para akademisi yang hadir dapat menggali hal yang baru, bukan melanjutkan namun menemukan hal yang baru dari lingkungan kita.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/fisip-uns-solo_20170111_184624.jpg)