Menjelajah Lawang Sewu Semarang Saat Malam Hari, Berani?
Meski malam pengunjung yang datang tidaklah sedikit, trotoar jalan tetap dipenuhi pengunjung yang duduk santai atau sekedar berfoto.
Lorong-lorong panjang terlihat lebih sunyi sewaktu malam.
Meski begitu kesan mistis ataupun menakutkan tidak begitu lagi terasa.
Dinding, pintu, jendela dan aksesori gedung lain tampak terawat dan bersih.
Kesan tua dan tak terawat, tidak terlihat lagi pada gedung yang selesai dibangun pada 1907 ini.
Keindahan Kota Semarang di kala malam juga bisa dinikmati dari balkon lantai dua Lawang Sewu.
Paska pemugaran, Lawang Sewu memang berusaha menghilangkan kesan mistiknya.
Pemandangan saat malam hari juga jadi alasan Eri Yusuf berkunjung ke Lawang Sewu.
“Dibandingkan siang lebih bagus bagus malam," katanya.
"Lampu-lampunya menyala jadi kelihatan lebih cantik."
"Cuma karena malam jadi sedikit takut juga, karena lebih sunyi suasananya,” ujar Eri seusai berfoto dalam lorong panjang.
Pengunjung asal Purwodadi itu merupakan satu di antara banyak pengunjung lain yang mencari spot terbaik untuk berfoto.
Untuk menjelajah Lawang Sewu pengunjung dikenai biaya masuk Rp 10 ribu, dan anak-anak Rp 5 ribu.
Pelancong bisa juga menggunakan jasa pemandu. (Maulana Ramadhan/magang tribunjateng)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/lapangan-tengah-lawang-sewu-yang-terlihat-benderang-di-kala-malam_20170123_143423.jpg)