Diksar Mapala UII Berujung Maut

Tiga Mahasiswa UII Tewas, Menristekdikti Minta Pihak Kampus dan Mahasiswa Bertanggungjawab

Hal tersebut disampaikan Nasir setelah membuka kegiatan Dies Natalis ke-52 Universitas Negeri Semarang di Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Jumat

Editor: Daryono
Tribun Jogja/Jihad Akbar
Sri Handayani (46) menunjukkan piagam prestasi Asyam semasa hidup kepada Menristekdikti Muhammad Nasir. 

TRIBUNSOLO.COM - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir berharap pelaku kekerasan yang berakibat tewasnya tiga mahasiswa UII ketika mengikuti kegiatan pendidikan dasar dikeluarkan dari kampus.

Baca: Menurut Panitia, Syaits Asyam Miliki Riwayat Kesehatan yang Tidak Boleh Ikut Kegiatan Berat

Hal tersebut disampaikan Nasir setelah membuka kegiatan Dies Natalis ke-52 Universitas Negeri Semarang di Kampus Sekaran, Gunung Pati, Semarang, Jumat (27/1/2017).

"Jika seseorang melakukan kekerasan sampai masuk pidana, kampus maka hukuman yang tegas seperti dikeluarkan dari kampus yang bersangkutan menjadi langkah yang tepat."

"Jika sudah masuk ranah pidana maka harus diambil tindakan, bisa dikeluarkan," ujar Nasir.

Ia menegaskan, kekerasan apapun yang terjadi di lingkungan kampus tidak bisa ditolerir.

"Hal tersebut adalah tindakan yang buruk," ia menegaskan.

Lebih lanjut, ia mengutarakan ke depannya, tidak boleh ada kekerasan lagi yang terjadi.

"Apapun tingkat kekerasannya, baik verbal, fisik, psikis atau apapun, harus bersih itu semua."

Baca: Kembali Olah TKP Diksar UII, Polres Karanganyar Sita Gesper dan Tali Karet Warna Hitam

"Mahasiswa dan pihak kampus harus bertanggungjawab," kata dia. (*/tribunjateng)

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved