SBY Minta Keadilan dan Keselamatan, Jusuf Kalla Sebut Mantan Presiden Dikawal 60 Paspampres

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan seorang mantan presiden saat ini dikawal 60 anggota pasukan pengaman presiden.

Editor: Daryono
Dokumentasi Tim Wakil Presiden
Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono, di kediaman dinas Wakil Presiden Jusuf Kalla, kawasan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (1/11/2016) malam. 

TRIBUNSOLO.COM, JAKARTA - Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SB) dalam akun twitternya meminta keadilan dan keselamatan saat rumah pribadinya digeruduk ratusan mahasiswa.

Menanggapi hal itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menjelaskan seorang mantan presiden saat ini dikawal 60 anggota pasukan pengaman presiden.

"Pengamanan itu sudah ada, setiap mantan pimpinan itu sudah dikawal 60 orang Paspamres," jelasnya kepada wartawan di Hotel Mercure, Jakarta, Selasa (7/2/2017)

JK mengatakan keprihatinannya dengan demonstrasi di depan rumah SBY.

Ia meminta kepada masyarakat untuk dapat menghormati pemimpin sesuai dengan aturan yang ada.

Sebagai informasi, SBY memiliki rumah baru yang diberikan pemerintah atas nama negara di Jalan Mega Kuningan Timur VII, Jakarta Selatan.

Baca: Rumah Baru SBY Pemberian Negara Ditaksir Seharga Rp 300 Miliar

Letaknya tepat di belakang Kedutaan Besar Qatar.

Dalam kicauannya, SBY menyatakan kediamannya tersebut didatangi ratusan orang berunjuk rasa.

"Saudara-saudaraku yang mencintai hukum dan keadilan, saat ini rumah saya di Kuningan "digrudug" ratusan orang. Mereka berteriak-teriak," tulis SBY dalam akun twitternya, Senin (6/2/2017).

Baca: Berkicau soal Rumahnya yang Didemo, SBY Panen Bully oleh Netizen

Dalam kicauannya berikutnya, SBY mempertanyakan terjadinya pelanggaran terhadap UU Penyampaian Pendapat Dimuka Umum No 9 tahun 1998.

SBY seakan tidak terima larangan melakukan unjuk rasa dikomplek kediaman atau pemukiman ditabrak begitu saja tanpa ada upaya pencegahan.

"Kecuali negara sudah berubah, Undang-Undang tak bolehkan unjuk rasa di rumah pribadi. Polisi juga tidak memberitahu saya," ujar SBY.

Kemarin, SBY katakan dalam twitternya mendengar, di Kompleks Pramuka Cibubur ada provokasi dan agitasi terhadap mahasiswa untuk "Tangkap SBY".

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved