Pembangunan Sekolah Satu Atap di Mojosongo, Solo, Digelontor Dana Rp 15 Miliar
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tahun ini menyiapkan dana lebih kurang sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan sekolah satu atap.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta tahun ini menyiapkan dana lebih kurang sebesar Rp15 miliar untuk pembangunan sekolah satu atap.
“Diharapkan Maret sudah mulai pembangunan baik untuk sekolah dasar (SD) maupun sekolah menengah pertama (SMP) yang berlokasi dalam satu kawasan,” kata Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo, Bambang Wahyono, Jumat (10/2/2017).
Bambang menjelaskan, dana pembangunan gedung sekolah satu atap terpisah di masing-masing bidang.
Akan tetapi pelaksanaan pembangunan diharapkan bisa berjalan bersamaan.
"Untuk gedung SMP disiapkan dana Rp10,4 miliar," ujar Bambang.
“Sedangkan untuk SD kira-kira Rp 5 miliar,” katanya.
Menurutnya, pembangunan gedung sekolah tersebut saat ini sedang dalam tahap persiapan lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).
Terkait SMP yang akan direlokasi Pemkot ke lokasi sekolah satu atap, Bambang mengatakan, Disdik belum mengetahuinya.
Menurutnya, hal itu akan ditentukan Pemkot dengan berbagai pertimbangan.
"Kami belum tahu SMP mana yang nantinya dipindah ke sana (lokasi sekolah satu atap-Red), saat ini Pemkot memang baru menyiapkan fisiknya,” ujar Bambang.
Penetapan SMP mana yang akan dipindahkan ke lokasi sekolah satu, menurut Bambang, mungkin baru ditetapkan setelah 2018.
Sebelumnya telah diwacanakan ada tiga SMP negeri (SMPN) yang akan direlokasi ke lokasi sekolah satu atap, yaitu di wilayah lingkar utara Mojosongo.
Yakni antara SMPN 3, SMPN 5, dan SMPN 10, yang saat ini berlokasi dalam satu kawasan di pusat kota.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/bambang-wahyono_20160623_153725.jpg)