Siswa Kelas VIII SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Solo Belajar Edutrip dengan Dua Bule

Suasana berbeda terjadi pada pembelajaran Bahasa Inggris di SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Senin (14/2/2017).

Penulis: Labibzamani | Editor: Daryono
TRIBUNSOLO.COM/LABIB ZAMANI
Siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta saat belajar edutrip preparation bersama dua bule di sekolah setempat, Senin (14/2/2017). 

Contoh lain, jika mengetahui ada kursi khusus ibu hamil dan difabel yang kosong maka kita tidak boleh menggunakan.

Kalau itu dilanggar maka kita akan terkena denda dari pemerintah.

Guru Bahasa Inggris, Hawa Fadila SPd, mengaku, senang dengan kehadiran dua bule tersebut di sekolah karena para siswa bisa berbincang-bincang langsung memakai bahasa Inggris dengan native speaker.

“Alhamdulillah kami sangat senang melihat para siswa berdialog langsung dengan native speaker," katanya.

Hawa Fadila, menjelaskan, bahwa tujuan kegiatan pembelajaran tersebut adalah mengenalkan budaya-budaya di Singapura kepada para siswa dan mempraktikan dialog Bahasa Inggris dengan native speaker kaitan tentang edutrip preparation.

“Para pembelajaran kali ini diharapkan para siswa mampu mengenal budaya-budaya di Singapura dan mampu mempraktikan dialog bahasa Inggris dengan native speaker," jelasnya.

Tema kali ini adalah "edutrip preparation.”

Auli Khanza, siswa kelas VIII A menceritakan, bahwa tadi ia dikenalkan perbedaan budaya Singapura dan Indonesia.

“Budaya Indonesia dan Singapura itu berbeda seperti membuang sampah," katanya.

"Kita harus buang sampah pada tempatnya dan di sana disiplinnya tinggi sekali,” ujar Aulia Khanza.

“Kegiatan tadi mengajari kita untuk berkomunikasi kalau kita tersesat," tambah siswa lain, Khrisna Bayu.

"Kita juga harus mengenal nama hotel dan nama jalan," jelasnya.

"Kemudian kita bertanya dalam bahasa Inggris ke beberapa orang di sana,” cerita siswa kelas VIII B.

Sementara Humas SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta, Aryanto, menjelaskan, bahwa sekolah sengaja mendatangkan kedua bule untuk menjadi native speaker para siswa agar kemampuan komunikasi bahasa Inggris semakin lancar.

Hal ini juga sekaligus mempersiapkan para siswa melakukan edutrip pada 19 Februari mendatang.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved