Aneka Busana Peserta Konvoi Ontel di Solo, Ada Seragam Pejabat Belanda hingga Kostum Garuda
Sigit Priyono (58), penggemar sepeda tua dari Banyumas, mengatakan keunikan kostum dalam konvoi kali ini untuk meramaikan acara.
Penulis: Facundo Crysnha Pradipha | Editor: Hanang Yuwono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Konvoi sepeda tua (ontel) di Car Free Day (CFD) Solo, Minggu (19/2/2017) pagi, berlangsung meriah.
Pasalnya tidak sekadar berkonvoi menaiki ontel, namun para onthelis juga tampil berbalut aneka busana unik.
Mulai dari seragam pejabat Belanda zaman dahulu, lurik khas rakyat Jawa masa lalu, hingga busana Garuda.
Ditemui di sela-sela konvoi, Sigit Priyono (58), penggemar sepeda tua dari Banyumas, mengatakan keunikan kostum dalam konvoi kali ini untuk meramaikan acara.
"Biasanya memang begini, kalau komunitas sepeda tua konvoi pasti pakai busana unik," katanya kepada TribunSolo.com.
"Ada yang pakai seragam prajurit lerang tempo dulu, ada yang pakai lurik Jawa, semuanya untuk meramaikan konvoi ontel," ujar Sigit.
Adapun rombongan konvoi, berjumlah sekitar ribuan.
Mereka memulai konvoi dari depan Restoran Diamond saat CFD.
Selanjutnya, peserta konvoi berkeliling Kota Solo ke arah timur menuju Keraton Kasunanan Surakarta lalu mengunjungi objek-objek wisata lain seperti Taman Balekambang.
Konvoi sepeda tua merupakan bagian dari acara Guyub Rukun Onthelis Nusantara untuk memeriahkan HUT ke-272 Kota Solo.
Selain itu, konvoi ini juga menjadi peringatan hari jadi ke-9 tahun Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) yang diselenggarakan Sabtu-Minggu (18-19/2/2017). (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/kostum-unik-peserta-konvoi_20170219_132505.jpg)