Penyanyi Pop Tommy Page Meninggal Dunia, Diduga Bunuh Diri Karena Depresi

Ia juga terus melakukan tur ke berbagai negara, termasuk Indonesia, dan di Indonesia lagunya yang paling diingat adalah "A Shoulder to Cry On".

Editor: Junianto Setyadi
TRIBUNSOLO.COM/CHRYSNHA PRADIPHA
Tommy Page berpose saat jumpa pers di Hotel Best Western Premier Solo Baru, Sukoharjo, Kamis (2/6/2016) siang. 

TRIBUNSOLO.COM - Penyanyi pop Amerika Serikat, Tommy Page, ditemukan meninggal dunia pada Jumat (3/3/3027).

Ia meninggal dalam usia  46 tahun.

Meskipun penyebab meninggalnya belum diketahui, beberapa temannya menyebut Page bunuh diri.

Menurut ExtraTV, sebuah akun Facebook menyebut Page sudah lama menghadapi depresi.

Namun posting tersebut kemudian dihapus.

Page mengawali kariernya di bidang musik di Sire Records. 

Ia bekerja sebagai pemeriksa mantel di sebuah kelab malam di New York dan menyerahkan demo lagunya ke Seymor Stein, bos Sire Records.

Pada April 1990, lagunya "I'll Be Your Everything" menduduki puncak tangga lagu Billboard Hot 100.

Lagu itu ditulis oleh Page dan dua personel New Kids On The Block (NKOTB), Jordan Knight dan Danny Wood.

Sepanjang kariernya, Tommy Page telah menelurkan delapan album.

Ia juga terus melakukan tur ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Baca: Saat Konser di Solo Baru, Tommy Page Cium Tangan Titi DJ

Di Indonesia, lagunya yang paling diingat adalah "A Shoulder to Cry On".

Baca: Tampil Ganteng dengan Setelan Tuksedo, Tommy Page Pukau Warga Solo dan Kota-kota Lain di Jateng

Page kemudian kembali kuliah di Stern School of Business untuk mengejar karier sebagai eksekutif musik.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved