Jadi Tari Pembuka Mangkunegaran Performing Art 2017 , Ini Makna Tari Golek Lambangsari
Tari Golek Lambangsari menjadi tarian perdana dalam gelaran Mangkunegaran Performing Art (MPA) 2017.
Penulis: Imam Saputro | Editor: Daryono
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro
TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Tari Golek Lambangsari menjadi tarian perdana dalam gelaran Mangkunegaran Performing Art (MPA) 2017.
Tarian karya K. R.T Purbaningrat ini dibawakan oleh empat penari wanita.
MPA 2017 digelar dua hari dan dimulai hari ini, Sabtu (18/3/2017).
"Total akan ada delapan tarian Mangkunegara yang ditampilkan, " kata Kepala Departemen Kesenian Mangkunegaran, Bambang Mbesur, Sabtu (18/3/2017).
Tari Golek Lambangsari merupakan satu jenis tari putri klasik Yogyakarta dengan ragam tari klana alus.
"Tahun 1916, Sri Sultan Hamengkubuwono VII memberikan tarian ini ke Keraton Mangkunegaran saat penobatan KGPAA Mangkunagoro VI," kata Bambang Besur.
Tarian ini menceritakan seorang gadis yang beranjak dewasa dan tengah melakukan ritual merias diri.
"Gadis ini diceritakan sebagai sosok yang mulai pandai bersolek, yakni dalam gerakan tari ada gerakan memegang cermin, mengoles bedak, memakai gincu dan sebagainya, " terang Bambang Besur.
Tarian ini diiringi dengan gendhing Lambangsari.
"Konteksnya, tarian ini bisa diartikan proses pencarian sebuah identitas dalam perjalanan menjadi manusia dewasa, " kata Bambang Besur.
Dalam tarian ini juga terkandung makna bagi penonton untuk bisa 'golek' atau mencari hal-hal baik untuk ditiru dalam kehidupan sehari-hari.
Selain pagelaran seni dan budaya, MPA 2017 diramaikan pula dengan bazaar kuliner khas Mangkunegaran.
Serta pameran foto koleksi tempo dulu mulai abad 18, koleksi topeng nusantara, dan kereta kencana.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/solo/foto/bank/originals/tari-golek-lambangsari-menjadi-tarian-pembuka-mpa-2017_20170318_152436.jpg)