Menteri Pertanian Tegaskan Indonesia Akan Ekspor 50 Ribu Ton Beras Secara Bertahap

Untuk memudahkan ekspor, Kementan juga mengembangkan potensi pertanian di wilayah perbatasan.

Penulis: Imam Saputro | Editor: Hanang Yuwono
TribunSolo.com/Imam Saputro
Menteri Pertanian, Andi Amran saat memberikan keynote speech di UNS, Kamis (30/3/2017).​ 

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Imam Saputro

TRIBUNSOLO.COM, SOLO - Indonesia dalam waktu dekat akan mengekspor beras ke Malaysia dan Papua Nugini.

Total ekspor yang akan dilakukan secara bertahap mulai April 2017 sebanyak 19.000 -50.000 ton.

“Bertahap kita mulai ekspor beras kita ke Malaysia,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, seusai memberikan keynote speech dalam seminar "Peranan Sumber Daya Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan dalam mendukung Ketahanan Pangan Nasional" di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Kamis (30/3/2017).

Menurut Amran, hal ini tak lepas dari keberhasilan Indonesia dalam swasembada pangan.

Jenis beras yang pertama diekspor ke Malaysia, menurut Amran, adalah Raja Uca dari Pontianak.

“Kemudian disusul beras dari daerah Ponorogo, tim peneliti dari Malaysia juga sudah meneliti kekawasan tersebut,” ujarnya.

Untuk memudahkan ekspor, Kementan juga mengembangkan potensi pertanian di wilayah perbatasan.

"Untuk mendukung ketahanan pangan, Kementerian Pertanian menggarap lahan di daerah perbatasan."

"Ada yang untuk mengembangkan jagung, padi dan komoditas lain," katanya.

Pertanian di wilayah perbatasan tersebut, menurut Mentan, berguna untuk memudahkan Indonesia melakukan ekspor.

Dia mencontohkan, pengembangan pertanian di Entikong, Kalimantan Barat, untuk mendukung ekspor ke Malaysia.

Sedangkan pengembangan pertanian di Merauke, untuk ekspor ke Papua Nugini.

“Kita juga mentargetkan agar Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia pada 2045,” jelas Amran.(*)

Sumber: TribunSolo.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved