Menikmati Segarnya Air Terjun Lapopu, Air Terjun Tertinggi di NTT

Air Terjun Lapopu di Pulau Sumba dikenal sebagai air terjun tertinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tayang:
Editor: Daryono
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Air Terjun Lapopu di Desa Hatikuloku, Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan air terjun tertinggi di NTT. Lapopu menjadi tempat tujuan wisatawan asing dan Nusantara untuk menikmati alam bebas serta menghirup udara segar dari hutan belantara Pulau Sumba. Air terjun ini berada di dalam kawasan Taman Nasional Menepue Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (MataLawa). 

"Saya terkejut dengan keunikan-keunikan yang dimiliki Pulau Sumba. Pulau Sumba adalah pulau yang unik dengan padang savana yang luas juga tempat-tempat unik lainnya,” tuturnya.

Cara Menuju Air Terjun Lapopu

Kalau Anda datang dari Waikabubak, ibu kota Kabupaten Sumba Barat menujulah ke arah Timur, ada papan informasi yang dipasang oleh pihak Balai Taman Nasional MataLawa sebagai penunjuk arah.

Selama perjalanan kita menjumpai warga lokal yang bekerja di sawah atau bersantai di rumah adat mereka.

Kadang Anda akan berjumpa dengan warga lokal yang sedang menggembalakan ratusan ekor kerbau, sapi dan kuda.

Akses jalan ke Air Terjun Lapopu sangat baik.

Ketika memasuki Desa Hatikoloku dan jalan menurun maka pandangan mata Anda akan tertuju kepada hutan belantara yang hijau dengan rimbunan pohon-pohon besar.

Sebelum ke lokasi air terjun, Anda akan tiba di pos penjagaan untuk membeli tiket masuk.

Mintalah informasi dari petugas setempat seputar keberadaan Air Terjun Lapopu.

Petugas dengan senang hati akan menemani pengunjung sampai di air terjun tersebut.

Uniknya lagi Anda menyeberangi Kali Lapopu menggunakan jembatan bambu yang dikerjakan oleh pihak Balai Taman Nasional dan warga setempat.

Wisatawan akan menghirup udara segar karena kondisi hutannya masih asli.

Berenanglah di kolam Lapopu.

Rasakan kesegaran air Lapopu, air terjun yang berada di kawasan TN MataLawa, Pulau Sumba... (Kompas.com/Kontributor Manggarai, Markus Makur)

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved