Kolombia Wilayah Selatan Diterjang Longsor, 202 Warga Tewas dan 220 Orang Hilang

Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, langsung mengunjungi Mocoa, ibu kota Provinsi Putumayo,dan memimpin langsung upaya penyelamatan warga.

Editor: Junianto Setyadi
KOMPAS.COM/AFP
Sejumlah prajurit Kolombia bersama warga mencari korban tanah longsor yang melanda Kota Mocoa, Jumat (31/3/2017) malam. Bencana ini diyakini menewaskan setidaknya 206 warga setempat. 

TRIBUNSOLO.COM, BOGOTA -  Tanah longsor yang melanda wilayah selatan Kolombia mengakibatkan setidaknya 206 orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Bencana Jumat (31/3/2017) malam waktu setempat ini yang terakhir dari serangkaian tanah longsor di kawasan sisi Pasifik negeri Amerika Selatan ini dalam beberapa bulan terakhir.

Bencana serupa juga terjadi di Peru dan Ekuador, yang mengakibatkan sejumlah warga kehilangan nyawa.

Di Kota Mocoa, kota berpenduduk 40.000 di wilayah barat daya Kolombia, tanah longsor menyapu rumah penduduk, jembatan, kendaraan, dan pepohonan.

Sisa-sisa batang pohon bercampur lumpur yang menerjang pada Jumat (31/3/2017) malam, terlihat menutupi kawasan tersebut.

"Informasi terakhir yang kami terima, sebanyak 206 orang tewas, 202 terluka, 220 hilang, dan 17 permukiman hancur," kata kepala Palang Merah Kolombia, Cesar Uruena.

Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos, Sabtu (1/4/2017), langsung mengunjungi Mocoa, ibu kota Provinsi Putumayo.

Ia memimpin langsung upaya penyelamatan warga kota yang terletak di tengah hutan itu.

"Sekitar 130 milimeter hujan jatuh pada Jumat malam."

"Itu berarti 30 persen curah hujan sebulan diturunkan dalam semalam yang juga meningkatkan permukaan sungai," ujar Santos.

Santos kemudian mengumumkan keadaan darurat untuk mempercepat upaya penyelamatan dan pengiriman bantuan. (AFP/Kompas.com/Ervan Hardoko)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved